Sepekan Ops Patuh Nala: Tilang Turun, Teguran Meningkat

BENGKULU, sahabatrakyat.com Polda Bengkulu merilis hasil analisa dan evaluasi kegiatan Operasi Patuh Nala 2020 selama minggu pertama (23-29 Juli 2020). Hasilnya, tindak pelanggaran tercatat menurun bila dibanding operasi serupa di tahun 2019.

Tahun lalu total pelanggaran mencapai 4.140 perkara, dengan tindak tilang mencapai 3.665 dan 475 teguran. Sementara tahun ini dengan jumlah pelanggaran 3.450 perkara, tindak tilang hanya 1.258 atau turun 66 persen. Namun teguran naik pesat mencapai 361 persen atau menjadi 2.192.

Adapun jenis pelanggaran lalu lintas yang ditindak baik untuk pengendara sepeda motor maupun mobil terdiri dari penggunaan helm yang tidak SNI, melawan arus, gunakan HP
saat berkendara, berkendara di bawah pengaruh alkohol, melebihi batas kecepatan, dan berkendara di bawah umur, serta tak gunakan safety belt.

Tahun lalu, pelanggaran yang menonjol adalah soal penggunaan helm yang tak SNI yang jumlahnya mencapai 1095 perkara. Sementara tahun ini hanya 247 perkara atau turun 77 persen.

Lalu untuk pengendara di bawah umur. Tahun lalu perkaranya ada 803. Tahun ini turun mencapai 83 persen atau hanya ada 140 perkara saja.

Sementara bagi pengendara mobil di tahun lalu yang dominan adalah tak pakai safety belt yang mencapai 224 perkara. Tahun ini turun 66 persen atau hanya ada 77 perkara.

Selama sepekan Ops Patuh Nala, polisi juga menyita barang bukti seperti SIM, STNK dan atau kendaraan. Tahun lalu barang bukti berupa SIM yang disita ada 841 unit. Tahun ini
hanya ada 264 unit.

STNK yang disita tahun lalu ada 2086 unit, tahun ini hanya 829 unit atau turun 60 persen. Sementara kendaraan yang disita tahun ini ada 165 unit, turun signifikan dibanding
tahun lalu yang mencapai 738 unit.

Pelanggaran dengan sepeda motor masih paling banyak. Meski turun, tahun ini angkanya ada 1080 unit. Tahun lalu ada 3112 unit.

Untuk profesi pelanggar, masih didominasi oleh mereka yang berstatus karyawan atau swasta. Tahun lalu mencapai 1561 perkara. Tahun ini ada 593 perkara.

Selain penegakan hukum, dalam Ops Patuh Nala juga dilaksanakan kegiatan preemtif. Beberapa kegiatannya adalah sosialisasi melalui berbagai media dan sarana.

Dibanding tahun lalu, giat preemtif lewat media sosial dan dengan sticker tahun ini sangat dominan dibanding dengan media sosialisasi lainnya seperti media cetak, media
elektronik, spanduk dan leaflet.

Jika tahun lalu hanya ada 90 giat lewat media sosial, maka tahun ini meningkat menjadi 1.055 atau naik 1.072 persen. Sementara dengan sticker, tahun ini ada 1.385 buah. Tahun
lalu hanya 102 sticker atau naik 1.258 persen.

Turunnya angka pelanggaran itu tampaknya tak lepas juga dari meningkatnya kegiatan pencegahan atau preventif, seperi pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli.

Dalam sepekan Ops Patuh Nala 2020, polantas sudah melaksanakan sebanyak 1.865 pengawalan, 288 penjagaan, 51 pengawalan dan 1159 patroli. Padahal tahun lalu, giat
pengaturan hanya 1.410; penjagaan 206; pengawalan 40; dan 673 kali patroli.

“Tahun lalu, kejadian kecelakaan tercatat 7 kasus dengan korban luka berat emapt, luka ringan 10. Kalau tahun ini kejadian turun menjadi 4 dengan korban luka berat 3 dan luka
ringan 4. Tidak ada korban meninggal,” ujar Kapolda Bengkulu Irjen Pol Teguh Sarwono melalui Dirlantas Kombes Pol Budi Mulyanto didampingi Kabid Humas Kombes Pol Sudarno. (rls)


Editor: Jean Freire