
SELUMA, sahabatrakyat.com- Bermodal sebuah beko, dibalut kaos dan celana loreng lalu topi merah di atas kepala, lelaki renta itu jongkok menyusun batu dan sisa pecahan bangunan di atas badan jalan yang rusak.
Walau tak semulus hasil kerja wales, setidaknya tubuh pengendara yang melindasnya tak perlu terguncang setelah dipermak seadanya oleh tangannya yang masih dibalut sisa guratan kerja keras.
“Kalau nama saya Napitupulu. Itu Marga. Panggil saja opung,” ujar lelaki itu dengan suara dan nafas yang terengah kepada sahabatrakyat.com, Rabu (20/01/2021) siang di Kota Tais, Seluma.
Si opung kelahiran 1944 itu mengaku tak berharap apa-apa dengan kegiatannya menambal jalan yang berlobang itu. Ia mengatakan aksinya hanya bentuk kecintaannya kepada negeri ini. “Hasil kita banyak. Kenapa kita masih ketinggalan? Demi Indonesia, kudoakan ada generasi yang berpangkat dari Seluma ini,” ucapnya.
Menurut warga Kelurahan Napal ini, kondisi infrastruktur di Seluma mestinya sudah mulus. Tak berlubang atau rusak seperti yang dilihatnya sehari-hari. Apalagi jalannya adalah jalan provinsi, jalan yang ramai dilalui.
Opung Napitupulu menyatakan, di usia Seluma yang sudah 18 tahun sejak dimekarkan dari Bengkulu Selatan, kondisi jalannya tak banyak berubah. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah bisa memperhatikan.
“Tolong disampaikan supaya ada perhatian. Kalau bisa sampai ke Jakarta. Bukan untuk saya, tapi demi anak-anak dan generasi selanjutnya. Supaya ekonomi Seluma bisa terdongkrak,” kata Napitupulu sembari menahan isak tangis.
Pewarta: Sukardianto





