Syamsul dan Hendra Dapat Gelar Adat, Ketua BMA: Melekat Seumur Hidup

Syamsul Effendi dan Hendra Wahyudiansyah selaku Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong bersama istri mendapatkan gelar adat dari BMA Rejang Lebong/Foto: sahabatrakyat.com-brn

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com– Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Rejang Lebong, Kamis (27/05/2021) secara resmi memberikan gelar adat kepada Bupati Syamsul Effendi dan Wakil Bupati Hendra Wahyudiansyah.

Pemberian gelar adat yang dilakukan melalui prosesi adat yang sakral tersebut dilaksanakan di rumah Dinas Bupati Rejang Lebong dan disaksikan para pejabat lainya serta para tokoh masyarakat.

Ketua BMA Rejang Lebong H. Ahmad Faizir usai kegiatan menjelaskan gelar adat bukan hanya diberikan kepada Bupati dan Wakil Bupati saja, namun juga kepada istri kedua pemimpin Rejang Lebong tersebut. Pemberian gelar adat tersebut, lanjut Faizir, dalam rangka keberlanjutan rajo di lingkungan kutei Kabupaten Rejang Lebong sesuai hasil kesepakatan seluruh margo 15 kecamatan.

Lepas burung daro, salah satu rangkaian upacara prosesi pemberian gelar adat/Foto: sahabatrakyat.com-brn

Keputusan penetapan dan pemberian gelar adat oleh BMA ini sendiri tertuang dalam Keputusan BMA Rejang Lebong nomor 34/BMA/KAB-RL/V/TAHUN 2021.

“BMA Rejang Lebong hari ini telah melaksanakan satu prosesi adat yang sakral yakni penetapan dan pemberian gelar adat kepada Bupati beserta istri dan Wakil Bupati beserta istri, prosesnya berjalan lancar dan disaksikan oleh para pemuka adat, pejabat daerah, kemudian juga tamu undangan lainnya, dan penetapan serta pemberian gelar adat ini sudah kita tuangkan dalam surat keputusan,” terang Faizir.

Adapun gelar adat yang diberikan kepada Bupati Syamsul Effendi, diungkapkan Faizir, yakni Depati Tiang Alam XII. Sedangkan istrinya Hartini Syamsul Effendi mendapatkan gelar Putri Dayang Cayo XII.

Sementara Wakil Bupati Hendra Wahyudiansyah mendapatkan gelar Depati Jaya Sempurna IV, sedangkan sang istri Tri Wahyuni Hendra Wahyudiansyah mendapatkan gelar Putri Dayang Semido IV.

Ahmad Faizir, Ketua BMA RL/Foto: sahabatrakyat.com-brn

“Setelah prosesi pemberian gelar dilaksanakan, maka secara resmi pula mereka masing-masing berhak menyandang dan menggunakan gelar tersebut di setiap acara adat tentunya,” ungkapnya.

Faizir menambahkan pemberian gelar adat sudah sesuai dengan sejarah, dimana untuk gelar Tiang Alam diberikan kepada marga Bermani, sedangkan untuk Jaya Sempurna diberikan kepada marga Selupu. Gelar yang diberikan kepada Syamsul Effendi dan Hendra Wahyudiansyah ditegaskan oleh Faizir berlaku seumur hidup bukan hanya semasa menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati saja.

Hal itu disebabkan Syamsul memang berasal dari garis keturunan marga Bermani sementara Hendra berasal dari keturunan marga Selupu.”Pak Syamsul ini setelah ditelusuri memang ada garis keturunan dari Tiang Alam, makanya diberikan gelar tersebut, untuk keduanya ini gelar adat itu melekat seumur hidup bukan hanya semasa menjabat saja, dan pemberian gelarnya juga sudah sesuai dengan sejarahnya,” jelasnya. (brn)