Tanda Tangan SPJ Honor Diduga Palsu, Laporan Guru SD Dilimpahkan ke Polres BU

Ketua LSM AIPI saat di Mapolda Bengkulu/Foto: Istimewa

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Meski sudah ada mediasi dan kesepakatan damai antara guru dan kepala sekolah di SDN 033 Bengkulu Utara terkait dugaan pemalsuan tanda tangan di kuitansi SPJ Dana BOS 2019, laporan pengaduan guru yang sudah lebih dulu masuk ke Polda Bengkulu tampaknya masih diproses.

Hanya saja, laporan itu tidak lagi diproses di Mapolda Bengkulu, tapi di Polres Bengkulu Utara. Rupanya, berkas laporan sudah dilimpahkan agar dikaji lebih lanjut oleh Satuan Reskrim Polres Bengkulu Utara.

Soal pelimpahan itu diakui Kasat Reskrim Polres Bengkulu Utara AKP Jerry M Nainggolan SIK yang dikonfrimasi sahabatrakyat.com, Jumat (12/06/2020). “Ada. Sedang ditindak lanjuti,” jawab Jerry via pesan WhatsApp.

Sebelumnya, Ketua LSM AIPI, Putra Sinaga yang mendampingi para guru selaku pelapor mengatakan laporan ke polisi disampaikan langsung pada Selasa (2/6/2020).

Naga menjelaskan, dalam laporan ke Polda, mereka melampirkan surat pernyataan guru pengajar, dan kwitansi LPj yang diduga tanda tangannya dipalsukan.

Versi Naga, semestinya yang diterima masing-masing guru pengajar sebesar 1.080.000 per triwulan. Namun yang diterima tidak sama dengan yang tertera di kwintasi LPJ tersebut.

“Aksi ini sudah berlangsung sekira 3 tahun, yang jika dikalkulasikan dana yang diduga sudah disunat oleh oknum kepsek ini mencapai seratus delapan puluh satu juta empat ratus ribu rupiah,” beber Naga.

Kata Naga, mereka juga melaporkan dugaan penggelapan uang tabungan siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 yang jumlahnya diduga mencapai seratus juta dan dugaan pemotongan uang bantuan untuk siswa sebesar Rp 50 ribu per siswa penerima.


Pewarta: MS Firman