Tangani Covid, Bengkulu Utara Bersiap Batasi Kegiatan Masyarakat

Bupati Mian didampingi Ketua DPRD BU Sonti Bakkara dan Dandim BU saat memberi keterangan pers/Foto: sahabatrakyat.com-firman

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Menyikapi kian meningkatnya kasus Covid-19 di Provinsi Bengkulu, Pemkab Bengkulu Utara kini juga bersiap melaksanakan pembatasan kegiatan masyarakat berskala mikro atau PPKM berbasis mikro.

Hal itu juga sejalan dengan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 10 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat Desa/Kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid 19.

Rencana penerapan PPKM itu disampaikan Bupati Bengkulu Utara Ir. H. Mian kepada sahabatrakyat.com usai memimpin Rapat Koordinasi dengan Forkopimda di Makodim 0423/BU, Jumat (7/5/2021).

“Semua tujuannya adalah antisipasi, cegah sebelum terjadi, mulai dari tanggal 28 April kita maraton menyikapi arahan Presiden dan menyikapi arahan Mendagri. Hari ini Danrem 0421 memberikan stresing kembali tentang wilayah Bengkulu, sudah menjadi zona yang harus menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis mikro,” kata Bupati Mian.

Beberapa hal yang menjadi arahan, lanjut Bupati Mian, tentu akan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara di-back up oleh Forkompimda sampai ke para kades.

“Kita mendapatkan stresing dari Pak Wakil Gubernur, Pak Danrem 041 Gamas, dan para Forkominda Provinsi. Kita akan turun ke posko-posko menentukan mana yang menjadi PPKM yang harus kita stressing termasuk Kota Arga Makmur benar-benar kita tegaskan pembatasan kegiatan masyarakat harus benar-benar kita batasi menghadapi akhir Ramadhan yang kemungkinan pasar-pasar akan muncul komunitas populasi masyarakat yang cukup tinggi sampai dengan Idul Fitri,” paparnya.

Bupati menegaskan, satu hal yang tidak bisa ditawar-tawar pusat adalah tempat wisata baik desa maupun kabupaten yang harus ditutup.

Sementara Satgas Desa yang sudah terbentuk meskipun tidak semua desa itu zona merah dan zona oranye tapi semua harus antisipasi.

“Untuk kota Arga Makmur yang sudah zona oranye, termasuk untuk pusat pembelanjaan kita akan arahkan memakai masker baik yang berjualan ataupun pembeli, kita sudah perintahkan Dinas Perhubungan dan Kantor Satpol PP berkolaborasi dengan TNI/Polri untuk menghimbau dan terus mensosialisasikan PPKM,” katanya.

“Untuk anggaran kita akan efektifkan, masing-masing desa punya anggaran 8%, itu minimal yang sudah disiapkan. Kalau dirasa perlu itu bisa ditambah melalui rapat musyawarah di tingkat desa bersama BPD, bagi desa yang belum mencairkan 8% dana tersebut akan kita pantau dan akan kita arahkan dan terakhir kita tegur,” tutup Bupati.


Pewarta: MS Firman