Terbakar Api Cemburu, Cinta Bujang Bertato Berujung Bui

Kasat Reskrim AKP Sampson Hutapea didampingi Kanit PPA dan penyidik menunjukkan sejumlah barang bukti penganiayaan oleh tersangka/Foto: brn-sahabatrakyat.com

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com-Kasus penganiayaan terhadap anak dibawah umur hingga berdarah dan mengalami trauma kembali terjadi di wilayah hukum Polres Rejang Lebong.

Namun kali ini kasus tersebut bermula dari rasa sakit hati bujang bertato kepada pacarnya yang kedapatan sedang berjalan dengan laki-laki lain.

Berdasar informasi yang diperoleh, kejadian penganiayaan yang dilakukan oleh bujang bertato berinisial Zu (23) warga Sukaraja Kecamatan Curup Timur kepada korban berinisial ND (15) warga Curup yang mengakibatkan korban mengalami luka lebam dan luka robek bahkan mengalami trauma itu terjadi pada bulan Agustus lalu yang kemudian dilaporkan ke Mapolres Rejang Lebong pada 24 Agustus 2021 sesuai dengan LP/B/277/VIII/2021/SPKY/SATRESKRIM/Polres Rejang Lebong.

Tersangka sendiri berhasil diamankan pada Kamis ( 21/10/2021) sekitar pukul 18.30 WIB di Kota Lubuk Linggau Sumatera Selatan.

Kapolres AKBP. Puji Prayitno melalui Kasat Reskrim AKP. Sampson S Hutapea kepada wartawan, Jum’at (22 Oktober 2021), membenarkan kejadian tersebut. Ditegaskan Sampson tersangka yang berusaha melarikan diri sejak Agustus 2021 paska kejadian tersebut diamankan di kota Lubuk Linggau Sumatera Selatan.

“Tersangka dugaan penganiayaan anak dibawah umur ini kita amankan di Kota Lubuk Linggau, sejak kabur pada Agustus lalu setelah melakukan kejadian, tersangka ini sudah bergabung dengan anak-anak punk dan pengamen di kota Lubuk Linggau,” sampainya.

Terkait dengan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka tersebut, disampaikan Sampson bermula saat tersangka mendapati korban sedang berjalan dengan laki-laki lain.

Diketahui pula sebelumnya antara tersangka dengan korban memiliki hubungan bahkan sudah berjanji akan menikah.

Mendapati hal tersebut, selanjutnya tersangka merasa sakit hati dan merasa cemburu. Sebelum terjadi penganiayaan diakui pula oleh tersangka dan korban jika keduanya sempat cekcok mulut di lokasi kejadian.

“Sempat cekcok mulut antar keduanya, kemudian tersangka yang sudah merasa sakit hati dan cemburu tersulut emosi, menyikut korban hingga terjatuh dan kemudian memukul korban dengan tangan pada bagian wajah hingga luka lebam di bagian mata kiri dan luka robek di bagian alis sebelah kiri. Tak hanya itu tersangka sempat mengancam korban dengan sebilah parang yang sudah kita amankan sebagai barang bukti,” ujar Sampson.

Akibat perbuatannya, tersangka yang memiliki tato di lengan kiri tersebut saat ini harus meringkuk di sel tahanan Mapolres Rejang Lebong untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tak hanya itu tersangka terancam hukuman hingga 15 tahun penjara sebagaimana pasal 76C jo Pasal 80 Ayat (2) UU No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yang disangkakan penyidik unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Sat Reskrim Polres Rejang Lebong.(brn)