Tersangka Narkoba AYH Dilaporkan 4 Orang Terkait UU ITE

Kasat Reakrim AKP. Sampson S Hutapea menunjukan bukti-bukti yang dilaporkan oleh 4 pelapor terkait dengan dugaan pelanggaran UU ITE yang mereka tangani saat ini/Foto: brn-sahabatrakyat.com

REJANG LEBONG,sahabatrakyat.com– Tersangka pemilik 160 polybag tanaman ganja dan paketan siap jual AYH yang diamankan oleh Tim Gabungan Sat reskrim, Sat Resnarkoba dan Resmob Polres Rejang Lebong pada Rabu (13/10/2021) sepertinya akan cukup lama menjalani hukumannya. Pasalnya selain tersandung kasus narkoba AYH (40 tahun) warga Kelurahan Batu Galing Kecamatan Curup Tengah tersebut juga terancam hukuman terkait dengan dugaan pelanggaran UU ITE.

Menurut keterangan Kapolres Rejang Lebong AKBP. Puji Prayitno melalui Kasat Reskrim AKP. Sampson S Hutapea Kamis 14/10/2021 Tersangka kasus Narkoba AYH telah dilaporkan oleh 4 orang terkait dengan kasus pencemaran nama baik melalui Media Sosial (Medsos) Facebook yang diduga kuat adalah milik AYH.

AYH sendiri ditegaskan oleh Sampson untuk kasus ITE belum ditetapkan sebagai tersangka baru sebagai terlapor.

“Memang benar untuk tersangka Narkoba AYH juga terkait dengan 4 laporan dugaan pelanggaran UU ITE yang sedang kita tangani, akun yang dilaporkan oleh 4 pelapor yang kesemuanya warga Rejang Lebong sebanyak 2 akun yang diduga kuat milik terlapor AYH, AYH sendiri untuk kasus ITE masih berstatus sebagai terlapor belum menjadi tersangka,”jelas Sampson.

Dilanjutkan Sampson pihaknya saat ini masih terus mendalami kasus tersebut, bahkan tak kurang dari 8 saksi sudah dimintai keterangan baik saksi pelapor dan saksi lainnya.

Tak hanya itu untuk memastikan apakah benar terlapor melanggar UU ITE melalui Medsos pihaknya juga akan memintai keterangan saksi ahli dalam hal ini saksi ahli bahasa dan saksi ahli forensik.

“Kita tidak bisa gegabah dalam menetapkan status terlapor, untuk undang-undang ITE ini kita harus ada keterangan saksi ahli, disegi bahasa juga Forensiknya, untuk forensik sendiri itu dari Mabes, kemudian juga nanti kemungkinan akan gelar perkara di Mabes sebelum penentuan statusnya,”sampai Sampson.

Di sisi lain diketahui selain Ketua DPD PAN Rejang Lebong M.Fikri yang telah resmi melaporkan 2 akun facebook masing-masing Facebook atas nama AYH dan D ke Polres Rejang Lebong, ada pula Kasi Pidsus Kejari Rejang Lebong Arya Marsepa yang juga telah lebih dulu melaporkan akun facebook tersebut.

Kepada wartawan, Kamis (14/10/2021) Arya membenarkan hal tersebut. Arya mengungkapkan dirinya bersama keluarga telah melaporkan resmi dugaan pencemaran nama baik dirinya dan keluarga besarnya melalui Medsos Facebook diduga milik AYH.

“Dalam dugaan pencemaran nama baik ini, memang kami sekeluarga adalah yang turut melaporkan akun Facebook AYH ke Polres Rejang Lebong,” terang Arya.

Arya juga mengungkapkan, terlapor yang saat ini tersandung kasus narkoba itu telah melakukan perbuatan pencemaran nama baik dirinya pribadi dan keluarga, bahkan perbuatannya tersebut sudah dilakukan terlapor sejak tahun 2016 lalu.

“Perbuatannya itu telah mencemarkan nama baik saya pribadi dan juga keluarga saya, bukan satu kali dan baru namun sudah berulang kali dan berlangsung sejak lama,”sampai Arya.

Sebagai orang yang merasa dirugikan dan sebagai pelapor dirinya beserta kelurga berharap laporannya terkait pencemaran nama baik dapat diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Arya juga menegaskan jika dirinya beserta keluarga bersedia jika ada bukti-bukti yang membenarkan unggahan terlapor di medsos untuk diproses secara hukum.

“Kami sudah cukup banyak dituduh, dikatakan kami mafia, kami menjual narkoba dan sebagainya, kami sangat mengapresiasi atas kinerja pihak kepolisian yang sudah merespon kami,kami berharap terkait dengan kasus pencemaran nama baik dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku dan kami juga siap diproses secara hukum, jika apa yang dituduhkan oleh pelaku di medsos dapat dibuktikan kebenarannya,”akhirnya.

Sebelumnya pada Rabu (13/10/2021), Ketua DPD PAN Rejang Lebong yang juga mantan Calon Bupati Rejang Lebong M.Fikri Thobari menyampaikan laporan terkait dengan pencemaran nama baik melalui medsos Facebook dengan diduga juga dilakukan oleh orang yang sama dengan orang yang sebelumnya dilaporkan oleh Arya Marsepa. (brn)