Warga Dusun Baru Temukan Mayat Penuh Luka, Diduga Korban Penganiayaan

Polisi dan warga saat mengevakuasi jasad yang ditemualn di pinggir jalan

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com Warga Dusun Baru Desa Tanjung Sanai II Kecamatan Padang Ulak Tanding, Rabu 20 Oktober 2021 pagi, dihebohkan dengan penemuan mayat seorang berjenis kelamin laki-laki tergeletak di pinggir jalan raya dengan kondisi penuh luka.

Mayat lelaki yang belakangan diketahui bernama Ganda Wiranda (22) warga Desa Tanjung Sanai 1 Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT) tersebut pertama kali ditemukan oleh warga Dusun Baru bernama Datul sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu Datul sedang berada di depan rumahnya.

Saat melihat ke pinggir jalan dirinya menemukan sosok jasad lelaki tergeletak dengan pakaian lengkap. Tanpa mau mengambil resiko sendiri, kemudian Datul kemudian memanggil tetanggalnya bernama Arlan.

Kemudian keduanya mencoba memastikan kondisi korban. Alhasil saat didekati korban mengalami luka-luka dan tak bergerak meski sudah berusaha dipanggil. Merasa ada yang janggal, kemudian keduanya memberitahu warga lain dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek PUT.

Kapolres AKBP. Puji Prayitno melalui Kapolsek PUT IPTU. Tomy Sahri membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Menurut keterangan Tomy usai mendapatkan laporan, kemudian anggota langsung menuju lokasi kejadian dan berusaha mengevakuasi jasad korban ke Puskemas PUT guna memastikan kondisi korban. Dari hasil pemeriksaan tim medis diketahui ternyata korban sudah tidak bernyawa.

“Usai mendapat laporan, anggota langsung ke lokasi kejadian, kemudian membawa jasad korban ke Puskesmas, dari sana kita tahu kalau korban sudah meninggal dunia,” katanya.

Menurut Tomy, diduga kuat korban yang bernama Ganda Wiranda itu adalah korban penganiayaan. Dugaan tersebut diperkuat dengan barang-barang berharga milik korban tidak ada yang hilang, kemudian adanya beberapa luka di bagian tubuh korban dari hasil Visum Et Repertum (VER) pihak Puskesmas PUT antaranya ada luka tusuk bagian punggung
belakang sebanyak 6 tusukan, luka tusuk bagian leher kanan sebanyak 3 tusukan, luka sayat bagian tangan, luka lecet kaki sebelah kiri, luka lecet kaki sebelah kanan.

“Dugaan kita meninggalnya korban disebabkan oleh penganiayaan, selain dari hasil VER juga dugaan ini diperkuat dengan tidak adanya barang berharga milik korban yang hilang di lokasi kejadian antaranya HP milik korban jenis Oppo A.15, uang tunai Rp. 660.000.
KTP dan ATM, senjata tajam jenis pisau,” terang Tomy.

Masih menurut Tomy untuk motif dari kejadian ini, pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut, dan pihaknyapun sudah memintai keterangan sejumlah saksi termasuk yang menemukan dan juga yang mengetahui korban sebelum kejadian.

“Selain dugaan penganiayaan, kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengenai motif dari dugaan tersebut, sejumlah saksi sudah kita mintai keterangan saat ini,”ujar Tomy.

Mengenai mayat korban, usai dilakukan VER di Puskesmas oleh dokter langsung dibawa ke rumah duka oleh keluarga korban untuk dimakamkan.(brn)