Warga Positif Covid-19 di RL Terus Bertambah, 24 Kasus Tersebar di 5 Kecamatan

Syamsir

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com Pengetatan aturan agar masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan sepertinya harus segera diberlakukan oleh tim percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Rejang Lebong (RL). Pasalnya saat ini jumlah warga di wilayah tersebut yang terpapar Covid-19 terus mengalami peningkatan.

Berdasar data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Rejang Lebong, hingga Kamis (22/4/2021) kemarin, tercatat ada penambahan jumlah kasus terpapar Covid-19 sebanyak 24 orang. Berdasar data itu pula diketahui warga yang terpapar tersebut tidak hanya katagori lansia, namun juga dewasa, remaja bahkan balita berusia 2 tahun.

Sementara jumlah warga yang terkonfirmasi meninggal dunia ada sebanyak 17 kasus. Jumlah ini juga dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Sedangkan jumlah kasus positif secara keseluruhan di Rejang Lebong sudah mencapai 811 orang dari 3.206 sampel yang diperiksa.

Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong Syamsir menerangkan jika saat ini 24 orang yang terpapar Covid-19 tersebut semuanya tengah melakukan isolasi mandiri.

“Per Kamis tanggal 22 April, di Rejang Lebong ada penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 24 kasus, usianya beragam dan saat ini semuanya sedang menjalani isolasi mandiri,” terang Syamsir.

Lebih jauh dijelaskan oleh Syamsir, penambahan 24 kasus konfirmasi positif tersebut tersebar di 5 kecamatan. Terbanyak ada di wilayah Kecamatan Curup, 8 kasus; Kecamatan Curup Tengah, 7 kasus; Kecamatan Curup Timur, 5 kasus; Kecamatan Selupu Rejang, 3 Kasus dan Kecamatan Kota Padang 1 kasus.

“Penambahan ini ada di 5 kecamatan berbeda, paling banyak memang ada di Kecamatan Curup dengan 8 kasus, untuk usia yang positif terpapar ini beragam paling tinggi usianya 79 tahun yakni kasus 806 perempuan warga Curup Timur, kemudian paling muda masih balita yakni kasus 792 berusia 2 tahun, perempuan warga Kecamatan Curup Tengah,” jelasnya.

Terkait adanya penambahan jumlah kasus positif yang cukup banyak tersebut, Syamsir menghimbau selain masyarakat mematuhi protokol kesehatan. Syamsir juga berharap agar pihak Pemerintah Desa dan Kelurahan dapat secara aktif pula melakukan himbauan ke masyarakat dan segera terbentuk dan diaktifkannya pos komando di desa dan kelurahan.

“Harus menjadi tanggungjawab bersama menangani persoalan ini, saya berharap segera dibentuk dan difungsikan Pos Komando Penanganan Covid tingkat desa dan kelurahan sesuai dengan instruksi Mendagri No 3 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro Dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19,” akhirnya. (brn)