Wujudkan Kenyamanan Konsumen BBM Disperindag Pastikan Pompa Ukur SPBU Akurat

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com- Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM  (Disperindagkop UKM) Kabupaten Rejang Lebong memastikan jika pompa ukur Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Rejang Lebong akurat.

Hal ini diketahui berdasar hasil tera di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum
(SPBU) yang dilakukan oleh Dinas tersebut di sejumlah SPBU yang ada.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Disperindagkop UKM Rejang Lebong di SPBU Pertamina 24.391.41 yang terletak di Desa Pahlawan Kecamatan Curup Utara Rabu (24/2/2021).

Kabid Perdagangan Disperindagkop dan UKM Rejang Lebong, Sukrial didampingi petugas tera Sindu Artopan kepada wartawan menjelaskan, pelaksanaan tera yang dilakukan pihaknya tak lain bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada konsumen BBM.

“Dengan tera yang kita lakukan tujuannya itu menjamin takaran BBM yang dijual, sesuai dengan angka-angka takaran yang muncul dipompa ukur, sehingga konsumen tidak dirugikan”.Jelas Sindu.

Dilanjutkan Sindu, pihaknya selalu rutin melakukan tera ulang atau pemeriksaan ulang pompa ukur SPBU yang ada di wilayah Rejang Lebong mulai dari SPBU DesaTanjung Sanai Kecamatan Padang Ulak Tanding, SPBU Simpang Nangka Kecamatan Selupu Rejang dan SPBU Simpang Korem Kecamatan Curup Selatan.

Pelaksanaan tera sendiri ditegaskan oleh Sindu dilakukan tanpa ada biaya karena melakukan tera ataupun tera ulang bagi SPBU yang sudah beroperasia adalah tugas dari Disperindagkop UKM.

“Semua dilaksanakan gratis
mau dia tera atau tera ulang, tidak ada biaya, itu sudah menjadi kewajiban dan tugas kami untuk memastikan ukuran pompa sesuai ukuran BBM yang dijual, tera inilah mengujinya, agar konsumen tidak dirugikan,” tegas Sindu.

Terkait hasil tera yang dilakukan disejumlah SPBU selama ini termasuk di SPBU Pertamina 24.391.41 desa Pahlawan, menurut Sindu hasilnya bagus dan tidak ada kendala. Jadwal tera sendiri dilakukan satu tahun sekali kecuali ada kerusakan pompa ukur (mesin) ditengah perjalanan, maka SPBU wajib kembali melakukan tera dengan memanggil Disperindagkop UKM.

“Kalau hasilnya bagus semua, tidak ada kendala, dan semoga ini
terus agar konsumen nyaman, untuk jadwal tera wajib satu tahun sekali bagi SPBU, apabila ada kerusakan mesin sebelum satu tahun, maka akan ditera ulang kembali.,” akhir Sindu.

Pengusaha SPBU Yevi Anwar saat ditemui di SPBU 24.391.41 Desa Pahlawan menegaskan pihaknya
menyambut baik apa yang dilakukan oleh Dinas Perindagkop UKM Rejang Lebong dalam pelaksanaan tera pada pompa ukur di SPBU miliknya.

Hal itu lanjut pengusaha yang akrap disapa yuk Evi ini akan berdampak positif bagi SPBU miliknya.

“Baguslah ditera jadi masyarakat bisa tau kalau di SPBU itu ukurannya akurat,
sesuai dan saya sangat mendukung ini, masyarakat adalah konsumen kita jadi jangan sampai
dirugikan,” tegasnya.

Lebih jauh lanjut Yuk Evi SPBU 24.391.41 milknya tersebut tidak menyediakan BBM Supsidi melainkan hanya menjual BBM Non Subsidi, hanya menyediakan Pertalite dengan kapasitas 60 KL, Pertamax dengan kapasitas
20 KL, Pertamax turbo 20 KL dan Deklite dengan kapasitas 20 KL. Sementara untuk harga jual sesuai
ketentuan pemerintah untuk
Pertamax Rp 9400/L,
Dexlite Rp 9900/L,
Pertamax Turbo Rp 10250/L dan Pertalite
Rp 8000/L.

“Kami tidak menjual solar, semua BBM Non Subsidi, memang yang lebih banyak kita jual adalah
Pertalite yakni kita sediakan sebanyak 60KL karena masyarakat kita lebih banyak yang menggunakan BBM
jenis Pertalite untuk kendaraan mereka,” terangnya.

Disisi lain, Yuk Evi berharap SPBU yang dibangunnya di kawasan Curup Utara tersebut mampu memberikan
pelayanan kepada masyarakat diwilayah Kecamatan Curup Utara, Bermani Ulu Dan Bermani Ulu Raya,
termasuk masyarakat yang akan ke Kabupaten tetangga seperti Kabupaten Lebong. Apalagi posisi SPBU sendiri berada di jalan lintas Curup-Lebong. (brn)