2 Bulan Tak Gajian, Puluhan Guru Honor SMA/SMK Geruduk Pemda

Ilustrasi/foto seputar-ntt.com
Ilustrasi/foto seputar-ntt.com

LEBONG, sahabatrakyat.com- Puluhan guru honorer SMK/SMA yang tergabung dalam Forum Guru Tidak Tetap (FGTP) di Kabupaten Lebong, Rabu (22/2), mendatangi kantor Pemda Kabupaten Lebong. Mereka datang untuk menyampaikan aspirasi terkait keberadaan mereka yang tidak lagi dibiayai atau digaji oleh pihak sekolah.

Leki, salah satu guru honorer, mengaku, sejak dua bulan terakhir sudah tidak menerima honor. Dalam menyampaikan aspirasi tersebut, dirinya bersama sejumlah rekan lainnya menggelar pertemuan di ruang bupati Lebong. Dalam pertemuan tersebut, antara lain dihadiri Sekda Lebong, Mirwan Efendi SE MSi, Kadis Dikbud Lebong, HM Taufik Andari MPd, serta beberapa pejabat lainnya di lingkungan Setdakab Lebong.

“Kami menyampaikan aspirasi kepada pihak Pemda, agar mencari solusi terkait keberadaan kami sebagai tenaga guru honorer yang terdaftar di Kabupaten Lebong ini. Karena sekolah tidak sanggup membiayai lagi, bahkan sejak dua bulan terakhir honor kami tidak dibayar,” kata Leki.

Kata Leki, meski honor sejak dua bulan terakhir belum dibayarkan dan pihak sekolah tidak lagi sanggup membiayai, namun kegiatan mengajar terus berjalan. Selain dirinya juga sejumlah rekan lainnya yang tergabung dalam FGTP Kabupaten Lebong mengharapkan jalan keluar yang terbaik.

“Untuk menyampaikan aspirasi, kita bersama rekan lainnya berjumlah 63 orang. Semuanya tergabung dalam FGTP Kabupaten Lebong,” ungkapnya.

Menyikapi hal tersebut, Kadis Dikbud Lebong HM Taufik Andari MPd mengaku akan berkoordinasi ke Pemerintah Provinsi Bengkulu, sebab keberadaan guru di jajaran Dikmen telah diambil alih oleh Provinsi.

Selain itu, sambil berjalannya koordinasi ke Provinsi, pihaknya juga akan mengupayakan menyusun program dan berkoordinasi dengan DPRD guna mencari jalan keluar untuk guru honorer tingkat SMA/SMK di Lebong ini.

“Kalau tidak melanggar aturan yang ada, kita akan coba usulkan program guru honorer daerah (honda) atau guru bantu daerah (GBD). Tujuannya, agar tercapainya pendidikan yang baik di Kabupaten Lebong ini serta tidak mengganggu pelaksanaan ujian nasional yang tidak lama lagi akan digelar,” pungkas Taufik.(cw1)