3 Nyawa Sudah Melayang, ke Makam Bisa Gagal, Desa Batu Raja R Minta Bangun Jembatan

Warga saat melalui jembatan bambu di Desa Batu Raja R, Kecamatan Hulu Palik

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Pemerintah Desa Batu Raja R, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara (BU), meminta Pemkab BU dapat membangun jembatan di desa itu guna mempermudah akses ke sentra pertanian dan perkebunan warga setempat.
Kepala Desa Batu Raja R, Syahri Reni, kepada sahabatrakyat.com, pada Senin (15/01/2018), di kediamannya, mengatakan, saat ini jembatan yang dimanfaatkan warganya menuju ladang mata pencaharian itu masih berupa batang bambu yang diikat kawat besi.
Agar tak jatuh ke sungai, warga yang melintasi jembatan bisa berpegang pada kawat besi yang dibentang dari ujung ke ujung jembatan dan disimpulkan pada pohon beringin yang tumbuh di pinggir sungai.
Dikatakan Syahri, sudah ada warga desanya yang menjadi korban akibat minimnya dukungan infrastruktur jembatan desa. Saat terjadi banjir bandang beberapa kali di waktu silam, sudah tiga nyawa melayang.
Syahri menambahkan, pemerintah desa sudah berkali-kali mengusulkan kepada Pemkab BU agar jembatan itu dibangun permanen. Namun hingga kini belum juga dipenuhi.
“Padahal sudah pernah dilakukan pengukuran oleh dinas terkait,” kata Syahri Reni.
“Kita berharap agar pembangunan jembatan dapat dilaksanakan secepatnya, karena jembatan ini sebagai sarana warga dalam mengeluarkan hasil pertanian dan perkebunan dari lahan sekitar 80 hektar,” kata dia.
Selain lahan pertanian, kata Syahri, di seberang sungai juga ada lokasi pemakaman (TPU). Karena itu, saat musim penghujan dan permukaan air sungai naik, warga sulit bahkan tak bisa menyeberang saat ada yang meninggal dan akan dimakamkan.
Ibu Halima, warga setempat, mengharapkan jembatan yang setiap hari dilaluinya ini sesegera mungkin dapat dibangun oleh pemerintah daerah.
“Agar kita dan warga lainnya dapat dengan mudah mengeluarkan hasil pertanian dan perkebunan serta mengantisipasi akan terjadinya banjir air bandang yang kerap terjadi saat musim hujan tiba,” ujarnya.


Pewarta: MS Firman
Editor: Jean Freire