H. Guntur, S.Sos

LEBONG, sahabatrakyat.com– Terkuaknya kasus jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI yang menjerat mantan Ketua Umum PPP Romarhurmuzy sebagai tersangka dan sejumlah pejabat penting di Kemenag memicu suara sumbang terkait perkara serupa di lingkungan Pemkab Lebong.
Beredar cerita, praktik ada mahar atau jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Lebong itu diduga terjadi dalam jabatan eselon II, III, dan IV. Disebut-sebut praktiknya berlangsung dalam proses mutasi pejabat Lebong yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.
Benarkah cerita yang terendus sahabatrakyat.com itu?
Kepala BKPSDM Lebong, H. Guntur, S.Sos kepada sahabatrakyat.com menegaskan praktik jual beli jabatan tidak pernah dilakukan. Menurutnya, jika jabatan diperjualkan maka praktek seperti itu dipastikannya sudah mencuat sedari dulu.
“Wei dak ado gawe itu, kalau daerah lain dak tau kito. Dari dulu dak ado. Kalau itu ado lah mencuat dari dulu,” ujarnya.
Guntur mengatakan, kekosongan puluhan jabatan saat ini disebabkan kekurangan sumber daya manusia (SDM) Aparat Sipil Negara (ASN). Untuk peningkatan, lanjut Guntur, dilakukan kegiatan untuk diikuti para ASN seperti PIM, Bimtek dan juga pendidikan lanjut seperti kuliah.
“Pertimbangannya karena sumberdaya manusianya belum ada, kalau eselon empat ini kan minimal pangkatnyakan tiga B,” tuturnya.
Adanya beberapa jabatan yang kosong pada eselon IV, III dan II saat ini, menurutnya tidak mengganggu kinerje pemerintahan. “Masih ado cuman tidak begitu terpengaruh dengan kinerja, masih pacak dihendel,” kata Guntur.
Komposisi ASN Lebong
Saat ini diketahui jumlah ASN Kabupaten Lebong tercatat sebanyak 2.596 orang. Terdiri dari golongan IV C 12 orang, IV B 51 orang, dan IV A 465 orang.
Untuk golongan III D ada sebanyak 334 orang; III C 387 orang; III B 393 orang; dan III A 504 orang.
Sedangkan golongan II D ada sebanyak 114 orang; II C 179 orang; II B 108 orang; dan II A 34 orang
Adapun golongan I D sebanyak 5 orang, I C 3 orang I B 6 orang serta I A 1 orang.
Untuk jabatan eselon IV sendiri tercatat ada 66 jabatan kosong dari total 416 jabatan; pada eselon III, jumlah jabatan kosong sebanyak 11 dari 128 jabatan; dan untuk jabatan eselon II sebanyak 3 jabatan kosong dari 30 jabatan yang tersedia.


Penulis: AKA BUDIMAN