Ada Warga Kritis, Puskesmas Rawat Inap Malah 'Tutup'

LEBONG, sahabatrakyat.com- Andia (78 tahun) tiba-tiba mengeluh sakit di bagian perutnya, Senin (16/12/2019). Sakitnya tak bisa ditahan sampai-sampai anggota keluarga harus segera mencari pertolongan medis kendati di luar masih terlalu gelap. Hari baru lewat tengah malam.
Andia yang sudah terkulai lemas itu akhirnya dibawa anaknya bernama Chen (54 tahun) ke tempat pertolongan medis terdekat dengan mobil dinas Wakil Ketua I DPRD Lebong yang sebelumnya dia jemput ke Desa Gunung Alam, Kecamatan Pelabai.
Jarum jam menunjukkan pukul 02.15 WIB.
Keluar rumah belum tahu arah tujuan, Andia dan Chen yang tinggal di Desa Tabeak Blau, Lebong Atas itu tiba di Desa Kampung Muara Aman, Lebong Utara. Di sini Chen baru ingat ada mantri kesehatan. Namanya Sukirman.
“Saya ingat pernah membawa keluarga yang sakit ke rumah mantri Sukirman,” terang Chen kepada sahabatrakyat.com yang kebetulan ikut menemani.
Sukirman yang masih dalam kuasa kantuk menyambut tamu di pagi buta itu. Setelah bertanya keluhan, dia memeriksa kondisi Andia. Jarum jam masih di pukul 02.40.
“Tensinya tinggi,180. Saya tidak berani kasih obat atau suntik. Bawa ke Puskesmas saja,” saran Mantri Sukirman setelah memeriksa Andia.
Andia yang sudah tak sanggup berjalan dan tampak mulai hilang kesadaran akhirnya digotong menuju Puskesmas terdekat: Puskesmas Muara Aman.
Dalam suasana panik karena kondisi Andia yang memburuk, mobil akhirnya sampai dan berhenti persis di depan pintu masuk Puskesmas.
Chen dan Deri–keponakan Andia, segera turun menuju pintu yang tertutup. Tak ada petugas yang siaga. Apalagi sigap menyambut. Berkali-kali pintu digedor tak ada orang yang mendekat.
Jarum jam sudah di angka 03.01 WIB.

Andia saat mendapat pertolongan medis di RSIUD/Foto: sahabarakat.com-Sumitra Naibaho

Dari luar Deri hanya melihat ada sepeda motor di dalam Puskesmas. Dengan kesal dia kembali membunyikan klakson mobil. Berulang- ulang. Tapi suara gaduh sepertinya tak cukup memberi tanda ada orang yang butuh pertolongan segera.
“Cakmano Puskemas ini? Ada motor ajo di dalam, orangnyo entah dimano. Katonyo rawat inap,” protes Deri. Lelaki itu nampak penuh kesal.
Ke RSUD
Akhirnya keluarga membawa Andia ke RSUD Lebong di Desa Ujung Tanjung yang jarak tempuhnya sekitar 20 menit dari Puskesmas Muara Aman. Diliputi was-was mereka tiba di RSUD ketika jarum jam tepat pukul 03:20.
Andia segera mendapat penanganan dari perawat dan dokter RSUD. Belum lama ditangani isak tangis keluarga tiba-tiba pecah.
Pasalnya kala dokter mengukur suhu badan pasien, mereka tahu suhu badan Andia dingin dan sudah tak sadarkan diri.
“Pasien mengalami luka dan pembengkakan hati atau bisul hati dengan nama lainnya juga kista di hati,” terang dokter mengurai diagnosa.
Setelah mendapat pertolongan medis, Andia pun terselamatkan. Bahkan meski diminta rawat inap ia bersikukuh minta pulang atau rawat jalan.


Pewarta: Sumitra Naibaho