Ancam Korban Pakai Senpi dan Sajam, Oknum Satpam di Seluma Setubuhi Anak Bawah Umur Hingga 7 Kali

Terduga pelaku

SELUMA, sahabatrakyat.com Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi. Kali ini terkuak di wilayah Kabupaten Seluma.

Terduga pelaku persetubuhan dengan korban anak di bawah umur, Re (52 tahun), oknum Satuan Pengamanan (satpam) PT Agri Andalas Kabupaten Seluma.

Kapolres Seluma AKBP Switanto Prasetyo, S.IK., melalui Kapolsek Sukaraja IPTU Saiful Ahmadi, SH ketika dikonfirmasi awak media menerangkan, terduga pelaku sudah diamankan Tim Kepolisian pada Rabu sore (29/07/2020) di perumahan Afdeling 1A Desa Pasar Ngalam Kecamatan Air Periukan.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui bahwa terduga pelaku telah melakukan tindak pidana persetubuhan dengan korban yang masih berumur 9 tahun sebanyak 7 kali dengan ancaman menggunakan senjata api dan senjata tajam,” katanya.

Berbekal keterangan ini, Tim Unit Reskrim Polsek Sukaraja lalu menggeledah rumah terduga pelaku hingga akhirnya berhasil mengamankan barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver berikut 4 butir amunisi aktif dan 1 bilah pisau atau parang yang bergagang kayu, 1 lembar baju lengan panjang warna abu-abu yang bertuliskan new york city, 1 lembar celana panjang dasar warna hitam, 1 buah celana dalam warna abu-abu bermerek AGREE SPORT.

BB

Lanjut Saiful, untuk memuluskan aksinya, terduga pelaku selalu mengancam korban agar tidak melaporkan perbuatannya. “Namun korban yang tidak tahan akhirnya bercerita kepada pihak keluarga yang kemudian melapor ke Polsek Sukaraja sehingga langsung kita proses,” pungkas Saiful.

Terpisah, Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno, S.Sos, MH., saat bertemu sejumlah awak media kembali meminta agar seluruh elemen dapat berkontribusi dalam memberikan perlindungan untuk korban kejahatan apalagi bila itu anak di bawah umur.

“Terduga pelaku saat ini sudah diamankan, namun penyidik akan mendalami asal senjata api rakitan yang dimilikinya termasuk apakah ada kemungkinan korban yang lain,” kata Sudarno.


Editor: Jean Freire