Banjir Dikendalikan, Sawah Malah Kekeringan…

LEBONG, sahabatrakyat.com Proyek pengendalian banjir Sungai Air Cendam di Kecamatan Bungin Kuning ditengarai bikin belasan hektar lahan persawahan tak bisa kebagian air, khususnya di wilayah Desa Talang Leak I.
Kondisi itu dikeluhkan warga dan sudah sampai ke DPRD Lebong. Kamis lalu (19/12/2019) sejumlah wakil rakyat menindaklanjuti keluhan itu dengan inspeksi mendadak ke lokasi.
Tiba di lokasi bangunan pintu air rombongan dewan (Carles Ronsen, Wilyan Bachtiar, Rama Chandra, Pip Hariyono, Ronal Reagen, Ferdinan Markos, Rinto) disambut seorang petani, Ing (60 tahun), warga Desa Pelabuhan Talang Leak 1.

Ing lantas menunjukkan sumber masalahnya. Kepada dewan ia jelaskan bahwa pintu air telah tertutup sehingga air tak bisa mengairi areal sawahnya dan petani lainnya yang luasannya sekitar 17 hektar. Padahal saat ini sudah masuk musim tanam.
Ing mengaku sudah meminta pekerja membuat saluran pakai pipa setinggi 60 cm. Meski hanya akan mampu mengairi beberapa bidang sawahnya saja.
Lalu bersama beberapa petani lainnya ia juga membuat bendungan setinggi 75 cm dengan alat seadanya seperti karung diisi pasir dan pepohonan. Namun bendungan ala kadarnya itu selalu gagal menahan terjangan air.
“Tiga hari yang lalu kami buat, gagal terus. Ini memang aku yang pesan untuk sawah kami, kami mau tanam,” ujarnya dalam bahasa Rejang.

Daruslan Efendi

 
Kepala Desa Pelabuhan Talang Leak 1, Daruslan Efendi mengungkapkan, ada aliran Air Cendam lain yang bisa dibangun untuk membuat pengairan sawah warga, namun dia meminta pemerintah daerah yang membangunnya lewat APBD.
“Ada saluran air Cendam di sana kalau mau dibangun,” tuturnya kepada para Anggota DPRD yang mempertanyakan solusi kepadanya.
Wakil Ketua Komisi II Pip Hariyono mengatakan, kalau lewat APBD membangun saluran air masuk tidak bisa karena program 2020 sudah disahkan. Sementara jika diplot di anggaran perubahan juga belum tentu dapat dilakukan sebab masa tanam akan dilakukan awal tahun.
Karena itu Pip berharap desa dapat melakukan pembangunan pengairan sawah dengan menggunakan Dana Desa (DD).
“Untuk 2020 makanya kita bersinergi dengan kades. Kemungkinan ini nanti di dana DD membantukan. Kalau untuk kita untuk 2020 tidak bisa karena sudah ketok palu,” sampainya.
Rama Chandra

Sementara Anggota DPRD lainya, Rama Candara menyampaikan, proyek pembangunan pengendali banjir seperti ada ketidak telitian.
“Ya pokoknya kalau kayak gini ada ketidak ketelitian dalam perencanaan,” ucapnya.
Daruslan yang memahami keadaan itu berencana memasukkan program pembuatan pintu pengairan melalui DD setelah musyawarah desa di tahun 2020 mendatang
“Kami kan belum Musrembangdes ini, asalkan bisa dianggarkan kami anggarkan, kalau melalui APBD kan beda pembangunannya. Kalau ada nanti kita anggarkan,” ujarnya.


Pewarta: Aka Budiman