Banyak Baliho dan Spanduk Bertebaran, PANWASLIH Mulai Awasi

REJANG LEBONG, sahabatrakyat.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rejang Lebong hingga kini memang belum menetapkan siapa saja yang akan menjadi kandidat yang akan bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di daerah tersebut.

Namun suhu dan hiruk pikuk dalam menyambut pelaksanaan pesta lima tahunan itu sudah mulai dirasakan di kabupaten yang berjuluk Bumei Pat Petulai itu. Bahkan saat ini mulai dari sepanjang jalan protokol hingga jalan-jalan desa sudah mulai bertebaran baliho maupun spanduk yang berisikan foto-foto orang yang digadang-gadang bakal maju dalam Pilkada nanti.

Beberapa tulisan nama dan foto muncul di baliho atau pun spanduk, seperti yang terpampang di 9 desa kelurahan dalam wilayah Kecamatan Curup Timur Kabupaten Rejang Lebong.

Di antaranya baliho milik Syamsul-Hendra (SAHE), baliho milik Laksamana Pertama M. Faisal Manaf. Bahkan diketahui juga ada baliho milik David Suardi yang disebut-sebut warga bakal maju dalam Pilkada Propinsi Bengkulu.

Tak hanya itu. Ada juga baliho milik Ketua Partai Demokrat Kabupaten Rejang Lebong Zulkarnain Thaib yang juga menurut warga bakal maju sebagai salah satu kandidat bakal calon Wakil Bupati di Rejang Lebong.

Terkait kondisi tersebut, Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kecamatan Curup Timur saat dikonfirmasi jurnalis sahabatrakyat.com tidak membantahnya. Ketua Panwaslih Iming Junianto melalui Koord. Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Masyarakat (PHLM) Sanuri Majana SHI, MH saat ini Panwaslih Kecamatan Curup Timur telah melakukan pengawasan lapangan secara langsung terkait keberadaan baliho maupun spanduk yang disebut-sebut milik para bakal calon itu.

Bahkan dijelaskan Sanuri, pihaknya pun sudah menginventarisir jumlah baliho yang sekarang banyak tersebar di wilayah Kecamatan Curup Timur.

“Memang saat ini sudah banyak baliho atau pun spanduk yang terpasang di pinggir jalan atau pun di rumah-rumah warga. Namun itu kita pastikan bukan milik calon kepala daerah, karena saat ini belum ada calon. KPU belum menentapkan siapa saja calonnya, meski dimasyarakat nama-nama yang ada di baliho atau spanduk itu disebut milik calon bupati atau gubernur,” ujar Sanuri.

Masih menurut Sanuri, dari pengawasan yang dilakukan pihaknya dipastikan pula baliho atau pun spanduk yang disebut-sebut milik para bakal calon kepala daerah itu tidak ada muatan atau tulisan unsur SARA di dalamnya.

“Isinya biasa saja tidak ada yang mengarah ke dugaan pelanggaran sementara ini. Termasuk yang kami pastikan di baliho atau spanduk tidak ada unsur SARA,” urainya.

Terkait dengan dugaan pelanggaran atas baliho dan spanduk bakal calon yang banyak terpasang di wilayah Curup Timur saat ini, disampaikan Sanuri belum ditemukan adanya unsur dugaan pelanggaran, apalagi kalau menyangkut calon karena hingga saat ini belum ada calon kepala daerah yang ditetapkan.

Meski demikian ditambahkan oleh Ketua Panwaslih Curup Timur Iming Junianto sebaiknya, baliho dan juga spanduk yang dipasang atau akan dipasang oleh para warga masyarakat yang hendak mensosialisasikan diri menjelang Pilkada 23 September 2020 mendatang harus memperhatikan aturan-aturan yang ada termasuk etika dan estetika.

“Kita melihat semua saat ini masih tahap sosialisasi diri masyarakat yang berkeinginan maju dalam Pilkada nanti dan itu tidak ada salahnya. Namun kami menghimbau sebaiknya saat memasang baliho atau pun spanduk jangan di lokasi-lokasi yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat. Misal di trotoar, di tikungan, atau di persimpangan jalan yang dapat menghalangi pandangan,” tambahnya.

Selain itu, sampai Iming, siapa pun yang memasang baliho atau spanduk yang menjurus kepada Pilkada mendatang dihimbau pula untuk tidak memasang di fasilitas umum, fasilitas milik pemerintah termasuk rumah ibadah. (brn01)