Beli Pulsa Pakai Uang Palsu di Konter Polisi, Warga Lubuk Durian Terancam Bui

Yh saat dimintai keterangan oleh polisi/firman-sahabatrakyat.com

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Yh (43), warga Kelurahan Lubuk Durian, Kecamatan Kerkap, kini terpaksa mendekam di balik jeruji sel Mapolsek Kerkap. Pasalnya, Yh diduga sebagai pemilik dan pengedar uang palsu.
Kasus ini bermula ketika Yh menitipkan uang pecahan Rp 50 ribu kepada keponakannya bernama Koko yang hendak berangkat sekolah, untuk membeli pulsa. Oleh Koko, pulsa dibeli di salah satu konter di Desa Serumbung.
Rupanya pemilik konter bernama Rismianto mengetahui uang yang diberikan Koko membayar pulsa itu palsu. Anggota polisi itu lantas meminta Koko mengganti uang tersebut dengan uang asli.
Koko lantas pulang dan mengganti uang yang disebut Rismianto palsu. Ia lalu kembali lagi ke konter. Namun uang yang diserahkan ternyata masih uang palsu.
Insting polisi Rismianto lalu bekerja. Dia lalu menanyakan darimana Koko mendapatkan uang tersebut. Setelah diberitahukan, Rismianto lalu berkoordinasi dengan satuannya. Polisi lalu bergerak ke rumah Yh.
Sekitar pukul 22.00 WIB (Sabtu, 11/3/2017), polisi tiba di rumah Yh. Meski sempat membantah sebagai pemilik dan pengedar uang palsu, bahkan mengaku hanya menjadi korban, polisi terpaksa membawa Yh ke Mapolsek Kerkap untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kapolres Bengkulu Utara AKBP Andhika Vishnu, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP. M Jupri, S.IK saat dikonfirmasi sahabatrakyat.com (11/03/2017) melalui via seluler mengatakan, dari keterangan Yh uang palsu yang sudah tersebar mencapai Rp 2 juta.
“Untuk barang bukti yang telah kita sita ada uang palsu Rp 100 ribu langsung dari pelaku, Rp 150 ribu diambil di rumah pelaku. Pelaku menyampaikan bahwa jumlah yang diterima itu sebanyak 5 juta rupiah, 2 juta yang sudah diedarkan dan 3 juta penyampaian pelaku dibakar dengan alasan uangnya tidak mirip, agak kasar dan luntur,” terang Kasat.
Lanjut Jufri, sekitar Rp 2 juta oleh pelaku diedarkan saat bertransaksi di Kota Bengkulu. “Tetapi buktinya kita mengamankan dia transaksi di Kecamatan Kerkap. Jadi tidak menutup kemungkinan itu tidak semuanya traksaksi di Bengkulu tapi bisa saja di wilayah kita,” kata Jufri.
Oleh karena itu, Jufri mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan apabila menemukan uang palsu segera melaporkan ke kantor polisi terdekat.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan coba-coba menggunakan ataupun mengedarkan uang palsu. Karena ancamannya sangat jelas 15 tahun penjara dan kepada masyarakat khususnya penjual di warung-warung klontongan atau di warung-warung kecil agar waspada apabila menerima uang transaksi pembayaran dari pembelinya karena tidak menutup kemungkinan salah satu dari mereka itu adalah pelaku yang mengedarkan uang palsu,” ujar Jufri. (MS Firman)