
BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Sungguh beratkah membantu Radit? Tak adakah jalan keluar bagi bocah itu agar bisa segera mendapat pertolongan medis dan bisa sembuh, bebas dari ancaman kebutaan yang menderanya?
Salehan (28 tahun) dan Rica Lestari (24 tahun), orang tua Radit Pratama, hingga kini hanya bisa pasrah. Sebab bantuan yang datang belum cukup untuk bekal merujuk putra sulung mereka ke Jakarta, ke rumah sakit yang direkomendasikan petugas medis di Arga Makmur.
Baik Salehan maupun perangkat Desa Sengkuang, Kecamatan Tanjung Agung Palik, dan tokoh warga setempat, berharap banyak kepada dermawan, khususnya pemerintah daerah, agar bisa meringankan derita Radit.

Wakil Ketua Komisi I sekaligus Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Bengkulu Utara Sonti Bakara SH, kepada sahabatrakyat.com, Rabu (5/4/2017), mengaku untuk saat ini belum bisa berkunjung. Alasannya, masih disibukan dengan pembahasan Raperda.
“Sebenarnya kita tidak menginginkan hal seperti ini terjadi namun kita sebagai manusia itu semua kita harus siap menerima apa yang diberikan Tuhan kepada kita,” ujar Sonti.
Sonti menyatakan Radit memang sangat perlu perhatian. “Masa sih seorang anak seperti itu tidak bisa kita perhatikan padahal Bengkulu Utara sebegini besar? Sekarang kita bersama-sama, jadi kita tidak mengatakan itu tugas dinas ini, yang ini tugas dinas itu, tidak seperti itu,” tegas Sonti.
“Mari kita sama-sama memikirkan seperti apa jalan keluarnya, katakanlah dari Dinas Sosial itu tidak bisa langsung membuat eksekusi tentang pengobatan apa boleh buat, kita buat proposal,” saran Sonti.
“Saya minta kepada semua yang sudah berempati dari kemarin buat proposal jalankan, saya rasa kalau mereka tahu bahwasannya ada hal yang harus diperhatikan tidak mungkin hati-hati kita semua ini tidak terketuk,” tutup Sonti.
==============
Penulis: MS Firman
Editor: Jean Freire







