Beredar di Lebong, Rokok Tanpa Cukai Bisa Cetak Uang Miliaran Rupiah

Rokok tanpa cukai yang beredar di Lebong/Foto: sahabatrakyat.com- AKA

LEBONG, sahabatrakyat.com – Keputusan pemerintah menaikkan harga cukai rokok belum tentu bisa menekan jumlah perokok. Alih-alih menghentikannya. Kebiasaan merokok orang Indonesia adalah yang tertinggi alias ‘juara’ dunia.

Data itu tampaknya disadari betul oleh pelaku usaha atau pebisnis yang menyasar para ahli hisab. Kalau rokok legal jadi mahal, maka rokok murah adalah jalan keluar. Biar murah, jangan kena cukai.

Rokok tanpa cukai kini sudah beredar di Kabupaten Lebong. Hasil telisik sahabatrakyat.com, rokok ini bukan baru sepekan dua pekan ini masuk warung atau toko milik warga Lebong. Sejumlah merek yang berhasil ditemukan sahabatrakyat.com di lapangan sudah ada sejak kenaikan cukai diwacanakan.

Rokok ilegal alias tidak membayar pajak kepada negara ini dijual bebas di warung-warung dengan harga berkisar Rp5.000 – 6.000 per bungkusnya. Isinya 16-20 batang.

Sejumlah pedagang mengaku rokok tanpa cukai bisa laku 5 bungkus per hari. Pembeli umumnya warga yang tidak begitu peduli dengan jenis atau merek. Yang penting bibir ngebul.

Mari berhitung putaran rupiah yang bisa dihasilkan dari rokok ini.

Kabupaten Lebong terdiri dari 12 kecamatan, 93 desa dan 11 kelurahan. Anggap saja satu desa/kelurahan ada dua warung yang jual itu barang. Jadi ada 208 penjual.

Kalau setiap warung bisa menjual 5 bungkus per harinya, maka dalam sehari rokok itu terjual 1.040 bungkus. Dari jumlah itu transaksi jual beli sudah mencapai Rp 5.200.000;

Itu sehari. Kalau sebulan? Kalau setahun? Jika dianggap satu tahun kalender sama dengan 365 hari, maka rokok itu sudah cetak uang satu milyar lebih (Rp 1.898.000.000;).

ANDI AHMAD BUSTANIL

Lapor Polisi

Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur, S.IK melalui Kasat Reskrim, Iptu. Andi Ahmad Bustanil, S.IK mengatakan, peredaran rokok ilegal yang terjadi menurutnya sudah dipastikan merugikan negara karena tidak membayar biaya cukai.

Untuk penegakan hukum, kata dia, pihak kepolisian hanya bisa sebatas mengamankan. Sementara untuk tindakan, penyidikannya dilakukan dan diserahkan kepada pihak bea dan cukai.

“Kalau ada beredar di Lebong itu sudah pasti merugikan negara, kita kalau razia atau apa, bisa. Tapi ketika ada temuan seperti itu kita limpahkan kepada cukai,” kata Andi kepada sahabatrakyat.com di Gedung Satreskrim Polres Lebong, Rabu siang (08/01/2019).

Untuk melakukan razia atau pengamanan rokok ilegal, lanjut Andi, dirinya mempersilahkan kepada masyarakat melapor keberadaan peredaran rokok ilegal.

“Tapi yang pastinya kalau pun ada rokok-rokok ilegal yang beredar di Lebong mungkin masyarakat ada yang tahu bisa diinformasikan untuk dilakukan penindakan walaupun nanti diserahkan kepada pihak biaya cukai,” tuturnya.

Saat ditanya bisa atau tidak rokok ilegal membayar biaya cukai penjualannya dilakukan kepada pihak kepolisian, Andi beranggapan jika itu biasa disebut sebagai uang damai dari sebagian orang namun tidak menghapus perilaku pelanggaran hukum pidana.

“Damai memang damai, tapi perbuatannya belum tentu menghapus pidananya,” tandasnya.


Pewarta: Aka Budiman