Bupati dan pejabat serta pemuda Bengkulu Utara foto bersama usai upacara/MS Firman

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 di Kabupaten Bengkulu Utara, Senin (30/10/2017), dipusatkan di halaman Kantor Bupati Bengkulu Utara.
Bupati Bengkulu Utara Ir. Mian bertindak sebagai inspektur upacara, sedangkan sebagai petugas upacara dari unsur pemuda. Turut hadir Wakil Bupati, Sekda, Ketua DPRD, Dandim 0423/BU, Kapolres Bengkulu Utara dan Kepala SKPD.
Sementara di barisan peserta upacara nampak pleton TNI, Polri, PNS, dan siswa SMP, SMA serta pelajar berseragam pramuka. Termasuk organisasi pemuda, di antaranya Pemuda Pancasila, dan barisan pasukan Bhineka Tunggal Ika dengan kostum pakaian adat nusantara.
Bupati Mian yang membacakan sambutan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, mengatakan, 71 pemuda peserta Kongres 1928 memiliki latar belakang agama, suku, bahasa dan adat istiadat yang berbeda-beda namun fakta sejarah menunjukkan bahwa tekad dan batasan-batasan tersebut tidak menjadi halangan bagi para pemuda Indonesia untuk bersatu demi cita-cita besar bangsa Indonesia.
Pengibaran bendera oleh pasukan Paskibraka/MS Firman

“Kita harus bersyukur atas sumbangsih para pemuda Indonesia yang sudah melahirkan Sumpah Pemuda. Seharusnya kita meneladani langkah-langkah dan keberanian mereka yang mampu menorehkan sejarah emas untuk bangsanya,” kata Bupati.
“Bandingkan dengan era saat ini, justru dengan berbagai macam kemudahan yang kita miliki sekarang ini kita masi berselisih paham, saling memvonis orang, mudah terpecah-belah, saling mengutuk satu dengan yang lainnya, menyebar fitnah dan kebencian seolah-olah kita dipisahkan oleh jarak yang tak terjangkau, atau berada di ruang isolasi yang tidak terjamah, atau terhalang oleh tembok raksasa yang tinggi dan tebal hingga tidak dapat ditembus oleh siapa pun,” kata dia.
Bupati menegaskanan, api Sumpah Pemuda harus dinyalakan. Generasi kini harus berani melawan semua bentuk upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
Pembacaan hasil Kongres Pemuda yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda/MS Firman

“Kita juga harus berani melawan ego kesukuan, keagamaan dan kedaerahan kita, ego ini kadang kala mengemuka dan menggerus persaudaraan kita sesama anak bangsa, kita harus berani mengatakan bahwa persatuan Indonesia adalah segala-galanya,” katanya.
Bupati juga mengajak semua pihak menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia. “Stop segala bentuk perdebatan yang mengarah perpecahan bangsa, kita harusnya malu kepada para pemuda tahun 1928 dan juga kepada Bung Karno karena masih harus berputar-putar di persoalan ini,” ujarnya.
Tema peringatan Sumpah Pemuda Tahun 2017 ini adalah Pemuda Indonesia Berani Bersatu. Tema tersebut mengandung pesan agar para pemuda Indonesia tetap bersatu.
Penyerahan trophi kepada oemenang perlombaan secara simbolis/MS Firman

Pada upacara tersebut juga dibacakan putusan Kongres Pemuda dengan latar belakang pemuda Indonesia mengenakan pakaian adat dari bebagai daerah di Indonesia.
Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bengkulu Utara, H Bambang Irawan ST MH, mengatakan, Sumpah Pemuda merupakan momentum historis yang teramat penting dan menjadi bagian tak terpisahkan dari mata rantai perjuangan bangsa.
Pemuda Pancasila usai upacara foto bersama/MS Firmn

“Setiap memperingati hari Sumpah Pemuda ini jangan dijadikan hanya sebagai rutinitas, sehingga dapat kehilangan makna. Bagi pemuda Indonesia, Sumpah Pemuda sebagai manifestasi dari kepeloporan dan kepedulian untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia  sekaligus sebagai penyatuan tekad dan semangat seluruh komponen anak bangsa yang akhirnya mewujudkan Indonesia yang berdaulat,” tutup Bambang.


Penulis: MS FIRMAN
Editor: JEAN FREIRE