
LEBONG, sahabatrakyat.com– Dinas Kesehatan Lebong masih mengklarifikasi riwayat perjalanan salah seorang warga yang setelah menjalani empat kali rapid test namun hasilnya belum bisa disimpulkan reaktif atau negatif terpapar Covid-19.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Lebong Rachman menjawab konfirmasi sahabatrakyat.com terkait langkah-langkah penanganan terhadap seorang ibu yang kini berstatus PDP atau pasien dalam pengawasan.
Rachman mengatakan, perempuan 24 tahun itu akan dirujuk ke RSUD Arga Makmur, Bengkulu Utara yang menjadi salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Provinsi Bengkulu.
“Kita juga sedang melakukan rapid tes kepada anggota keluarga pasien,” imbuh Rachman.
Sebelumnya diketahui yang bersangkutan baru saja melahirkan. Ia lalu menjalani rapid test setelah mengeluh demam dan susah menelan mirip gejala Covid-19.
Hasil tesnya malah bikin cemas sekaligus penasaran. Sebab 2 kali tes pertama, hasilnya positif (reaktif). Namun 2 kali tes berikutnya malah negatif (non-reaktif).
“Jadi belum bisa dipastikan pasien positif covid-19,” jelas Rachman via WhatsApp, Kamis sore (23/04/2020). Penegasan serupa juga disampaikan Kepala Dinas Kominfo dan SP, Doni Swabuana.
Karena itu Rachman mengimbau masyarakat Lebong agar tidak panik. Karena ini baru reaksi dari hasil rapid, maka pasien akan diperkisa lebih lanjut atau menjalani pengambilan swab.
“Kita akan merujuk ke rumah sakit rujukan nasional penanganan Covid-19 dalam hal ini RS Argamakmur,” ucap Rachman dikutip bengkuluekspress.com.
Direktur RSUD Lebong dr Ari Afriawan mengatakan, pada saat melahirkan, ada 10 petugas medis (perawat UGD dan kebidanan) yang ada di situ. Namun semuanya negatif setelah menjalani rapid test.
Meski begitu, kata Ari, sesuai dengan protokol, ke 10 orang petugas medis akan diisolasi mandiri. Mereka akan dites lagi 10 hari yang akan datang.
Pewarta: Aka Budiman








