
BENGKULU UTARA– Pelaksanaan Bursa Inovasi Desa (BID) Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2018 diharapkan bisa menjadi solusi bagi pemerintahan desa (Pemdes) di Kabupaten Bengkulu Utara dalam memecahkan masalah dan menyusun rencana pembangunan di desa.
Dengan adanya alokasi dana desa (ADD) bisa memicu desa untuk berinovasi sehingga tujuan dari pemdes itu sendiri bisa dirasakan oleh masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bengkulu Utara, Ir. Budi Sampurno mengatakan pelaksanaan BID yang diikuti 215 kepala desa, ketua BPD dan camat se-Bengkulu Utara digelar di aula SD Model Arga Makmur, Selasa (16/10/2018).

“Kreasi dan inovasi yang sudah dilaksanakan oleh desa, yang mana bisa dicontoh ke dalam wilayah kita sesuai potensi masing masing yang dimiliki desa,” terang Budi.
Dijelaskan Budi, dari kegiatan ini peserta kades bakal menerima petunjuk terkait inovasi apa saja yang bisa dilakukan di desanya masing masing, di antaranya beberapa point menu bursa inovasi yang bisa dilakukan meliputi bidang kewirausahaan dan pengembangan ekonomi lokal, sumber daya manusia maupun lingkungan.

“Harapan kita melalui BID, apa yang telah dilakukan oleh kepala desa yang sudah berhasil melalui tiga bursa inovasi itu bisa kita lakukan di wilayah kita terutama yang bernilai produktif sehingga bisa menghasilkan untuk desanya masing masing,” harap Budi.

Kepala desa adalah leader dan yang akan memberikan warna di desa. Untuk itu, kepala desa diharapkan bisa benar-benar memilah apa yang bakal dilakukan untuk memajukan serta membangun desanya supaya lebih baik lagi.



Penulis: Firman (ADV).







