Cabuli Anak Tiri, Warga Enggano Masuk Bui

Kasat Reskrim AKP Jufri SIk didampingi Polwan, anggota PPA Polsres BU dan tersangka (tengah) yang diamakan di Mapolres BU.

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Kasus kekerasan seksual terhadap anak (perempuan) kembali terkuak di wilayah hukum Polres Bengkulu Utara.
Korban yang masih berumur 13 tahun menjadi pelampiasan nafsu tersangka HH, ayah tirinya. HH (27 tahun) kini mendekam di balik jeruji Mapolres Bengkulu Utara untuk menjalani proses hukum.
Berdasar hasil pemeriksaan polisi, kasus kekerasan seksual yang menimpa korban sudah terjadi sejak Oktober 2017. Sebelum terbongkar, tindakan asusila HH sudah terjadi berkali-kali.
Mulanya, korban memilih direndam daripada menuruti permintaan tersangka. Namun melihat korban menggigil kedinginan tersangka lantas menggantinya dengan mengikat korban lantas melampiaskan nafsunya.
Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi Warganegara SH, S.Ik MM, melalui Kasat Reskrim AKP M Jufri S.Ik kepada sahabatrakyat.com, Selasa (16/4/2018) mengatakan, aksi tersangka yang merupakan warga Kecamatan Enggano itu dilakukan saat ibu korban tidak di rumah.
“Modus pelaku menggauli anak tirinya disaat ibu kandung korban pergi ke Bengkulu ataupun pergi ke kebun. Ada saja yang diperintahkan pelaku kepada korban. Bila anak ini tidak menuruti perintahnya, pelaku memanfaatkan keadaan tersebut,” terang Jufri.
Jufri mengungkapkan, perbuatan tersangka terjadi sejak Oktober 2017 hingga Maret 2018. Korban sendiri baru mengadu ke ibunya baru-baru ini (Minggu, 15/4/2018). Ibu korban akhirnya melapor ke polisi.
Tersangka dijerat UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahana Atas UU Nomor 23 Tahun 2012 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.


Laporan: MS Firman
Editor: Jean Freire