Cabuli Siswa: Waktu Kelas 3 Pernah Jadi Korban Serupa

LEBONG, sahabatrakyat.com- Hasil pemeriksaan polisi terhadap kasus cabul yang melibatkan oknum guru honor dan dua siswa di Lebong menguak berbagi hal. Selain modus dan kronologis, polisi juga menyingkap masa lalu pelaku.

Kepada polisi BDR (25 tahun) mengaku pernah mengalami perlakukan tak senonoh saat dirinya masih bocah. Persisnya saat masih duduk di bangku kelas 3 SD di salah satu sekolah di Bengkulu Utara.

Meski pernah menjadi korban asusila, BDR mengatakan perbuatan serupa kepada muridnya bukan bentuk balas dendam. Katanya hanya coba-coba.

Selain suka hubungan sesama jenis, pelaku mengaku juga suka sama lawan jenis (perempuan). Bahkan ia sudah memiliki seorang kekasih yang siap dinikahinya.

“Saya benar benar meminta maaf kepada semua pihak dan berjanji akan bertaubat serta menebus kesalahan saya. Setelah saya melalui masa hukuman saya janji akan pergi jauh dari sini,” kata BDR.

Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur SIK menegaskan penyidik masih akan mengembangkan perkara ini. Sebab tidak menutup kemungkinan masih ada siswa lainnya yang jadi korban pelaku.

Hingga saat ini baru dua siswa yang diketahui menjadi korban. Keduanya sama-sama berumur 12 tahun.

Dari hasil investigasi sementara, Kasat Reskrim Polres Lebong, IPTU Andi Ahmad Bustanil SIK mengungkapkan, pelaku dilaporkan oleh orang tua korban setelah mengungkapkan perubahan anaknya dengan ciri kerap kali murung dan melamun.

Sebelumnya salah satu korban juga pernah berbincang-bincang soal perbuatan asusila itu kepada tetangga dan pamannya tanpa memberitahu bahwa dirinyalah yang menjadi korban.

Setelah ditelusuri, lanjutnya, pencabulan dilakukan sebanyak 8 kali. Masing-masing 4 kali kepada AA dan 4 kali dilakukan berdua kepada MH dan AA.

Perbuatan itu dilakukan di rumah pelaku dan sekali dilakukan bertiga di gudang sekolah saat jam istirahat.

“Perbuatan itu sudah dilakukan selama dua tahun oleh pelaku. Modusnya, korban diajak bermain playstation. Sampai di rumah pelaku, korban diancam bakal dibunuh jika tidak menurut dan memberitahu orang,” beber Andi saat gelar Pers Rilis di Mapolres Lebong, Kamis (05/06/2020).

Dari pengakuan pelaku, lanjut Andi, korban dicabuli dengan cara melakukan sex oral. Soal apakah ada hubungan lewat dubur, harus dipastikan lewat visum. Termasuk perlu juga dilakukan tes kejiwaan.

Untuk ancaman hukuman, pelaku dikenakan pidana Pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76 E UU RI NO 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 penjara dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

“Terhadap korban nanti diberikan pendampingan untuk memulihkan kondisi kejiwaannya,” kata Andi.


Pewarta : Aka Budiman