Diduga Ilegal, 600 Kg Lobster, Satu Unit L-300 & Dua Orang Diamankan Polres Kaur

KAUR, sahabatrakyat.com  Bisnis hasil laut berupa lobster tanpa izin alias ilegal masih tampaknya masih berlangsung di Kabupaten Kaur. Indikasinya, pada Senin (18/05/2020) lalu, aparat kepolisian setempat mengamankan satu unit kendaraan yang membawa 600 kg lobster atau disebut udang laut yang diduga ilegal.

Satu unit mobil yang diamankan itu adalah jenis Mitsubitshi L 300 Nopol BE 8194 XC. Mobil tersebut memuat drum berisikan 600 Kg udang laut segar dan diawetkan menggunakan air laut dari Kabupaten Kaur dengan tujuan Provinsi Lampung.

“Di sini kita selain udang dan mobil Mitsubitshi L 300 C, juga kita mengamankan sopir sendiri berinisial El (45 tahun) warga Kota Krui Pesisir Barat,” kata Kapolres Kapolres Kaur melalui Kasat Reskrim IPTU Pedi Setiawan SH dilansir tribratanewsbengkulu.com, Jumat (22/05/2020).

Dikatakan Pedi, mobil itu ditangkap saat melintas di kawasan Taman Bineka, Senin (18/5/2020) sekitar pukul 06.00 WIB. “Saat kita periksa isinya lobster, bobotnya dibawah 2 ons yang diduga menyalahi prosedur,” ujarnya.

Pedi mengatakan, bila terbukti pelaku yang membawa udang lobster bisa dijerat dengan pidana sesuai dengan Permen KP tentang pengelolaan Lobster, kepiting dan rajungan.

Selain Permen KP, serta melanggar pasal 92 UU RI nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan.

Hingga kini penyidik masih memeriksa sopir dan juga kernek yang menjadi saksi dalam aksi penyelundupan lobster itu.

“Untuk jumlahnya belum kita lakukan penghitungan, saat ini kondisi lobster yang kita amankan dalam kondisi masih hidup,”ujarnya.

Ditambahkan Kasat, pihaknya juga akan memanggil tim ahli untuk melakukan pengukuran termasuk juga penghitungan jumlah lobster yang masih diletakkan di dalam drum disusun dalam mobil itu.

Dari beberapa ekor sample yang diambil dan dilakukan pengukuran ternyata bobot lobster tak sampai 2 ons yang selayaknya belum diperjual-belikan.

“Nanti kita hitung termasuk juga dilakukan pengukuran ulang, kita juga akan kembangkan siapa-siapa yang membeli lobster dari tangan nelayan di Kabupaten Kaur,” katanya.


Sumber: Tribratanewsbengkulu | Editor: Jean Freire