Diduga Kantor Desa Tidak Difungsikan, Gedung PAUD Mangkrak

Bangunan Gedung PAUD

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Pembangunan Balai Desa dan gedung PAUD di Desa Suka Mulya, Kecamatan Giri Mulya, Bengkulu Utara, terkesan mubazir dan sia-sia. Pasalnya, sejak  dibangun 2015 lalu, Balai Desa diduga tidak difungsikan secara maksimal bahkan Gedung PAUD sebagai fasilitas pendidikan anak usia dini itu belum juga dimanfaatkan.
Diketahui dana yang dihabiskan untuk membangun Balai Desa sekira Rp 239 juta lebih, sedangkan gedung PAUD itu mencapai Rp 113 juta.
Kepala Desa Suka Mulya Asrul Junaidi saat dikonfirmasi sahabatrakyat.com belum lama ini melalui sambungan telepon genggam membantah bila disebut Balai Desa tersebut satu tahun setengah tidak difungsikan sebagai kantor.
“Sebulan dua bulan inilah, kita aktif giliran tiap perangkat itu piket, kantor desa itu kita pakai” aku Kades.
Lanjutnya, gedung PAUD itu belum difungsikan lantaran masih rebutan dengan yayasan yang ada di desa setempat. “Awalnya wali murid itu minta dibangunkan kan gedung PAUD itu, setelah kita bangun yayasan tidak mau menempati,” ulasnya.
Disinggung mengenai pengalihan status gedung PAUD menjadi gedung PKK Desa, kades mengatakan memang ada tapi bukan untuk gedung PKK. Tapi, katanya, untuk seluruh kegiatan desa. “Karena Balai Desa jauh dari atas itu, apabila ada kegiatan-kegiatan desa seperti karang taruna perlu musyawarah, apa pun kegiatan di desa bisa dipakai gedung itu, keputusan kemarin itu bersama BPD,” tutur Kades.
Sementara itu, Camat Giri Mulya Sasman, SP menuturkan, “Kalau sejauh yang kita lihat aktivitas perangkat desa itu tetap berjalan, antara kantor desa dengan balai pertemuan ini terpisah sebelum saya jadi camat di sana.”
“Hanya masalahnya jadi SDM masyarakat di sana dengan hubungan itu infrastruktur mungkin karena itulah membuat yang hadir itu tidak seberapa sehingga jadwal piketnya tidak tepat waktu, kita juga memakluminya”
“Sejauh ini terdapat kelemahan, tetapi pada prinsipnya tidak sampai kinerja perangkat desa, itu tidak begitu patal tetap berjalan seperti biasa dan normal tetap melaksanakan pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau kita tahu subtansinya kita mungkin kelemahan itu bukan dijadikan suatu alasan dan kades itu perlu diketahui masa jabatannya tidak sampai dua bulan lagi dan kemungkinan untuk dipilih kawan itu jauh sehingga motivasi etos kerjanya tidak seperti semangat dahulunya,” jelas camat. “Intinya itu masih tetap berjalan sebagaimana mestinya hanya tidak ada lebih-lebihnya dari itu hanya normatif saja.”
Kantor Desa itu dari dahulu itu sudah menjadi masalah, maksud Kepala Desa, kantor desa itu gabung ke balai pertemuan, tetapi karena desakan-desakan tanpa mendasar oleh masyarakat  sehingga terpisah sejauh itu, intinya tidak ada permasalahan yang berarti kegiatan pemerintahan desa tetap berjalan.
Terkait gedung PAUD, Camat mengatakan, sejauh ini dia tidak begitu mengetahui. “Nanti saya cari data dahulu kita konfirmasi ke pihak desa sejauh mana itu, nanti saya ngomong salah berdosa tutup Camat.
Budi Sampurno

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Bengkulu Utara, Budi Sampurno, mengatakan, “Pada prinsipnya ya, kita ke kantor desa, sudah punya perangkat digunakan secara maksimal untuk melayani masyarakat, kita yang belum optimal, belum maksimal kita himbaukan kepada seluruh desa untuk bisa mengoptimalkan dan memaksimalkan tempat kerjanya itu menjadi kantor.”
Disinggung gedung PAUD mangkrak, Budi mengatakan, “Harapan kita diperencanaannya membangun itu tentu ada kebutuhan, kalau bukan kebutuhan resikonya tidak dimanfaatkan, dana desa ini untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh pemerintahan desa dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.”
“Kita akan tegur untuk pmanfaatannya harus dimaksimalkan, kendalanya sampai tidak dimanfaatkan apa hambatnnya. Yang jelas kita menghimbau kepada seluruh desa yang sudah membagun melalui Dana Desa ini bisa dimanfaatkan secara maksimal, baik jalan, baik PAUD, baik lindes dan lainnya, kalau tidak dimanfaatkan kan sayang, mubazir keinginan membangun gedung anak-anak PAUD ternyata kurang maksimal dimanfaatkan, nanti kita akan meminta keterangan kendalanya apa di desa tersebut.”
Selain itu, Inspektur Inspektorat Bengkulu Utara Dullah, SE  mengaku juga akan memberikan teguran. “Ya kasih teguran, sistem pelayanan kepada masyarakatnya mungkin masih di rumah belum memanfaatkan fasilitas perkantoran yang ada, permasalahannya kalau tidak dimanfaatkan untuk apa dibangun”.
“Seharusnya kantor desa itu dimanfaatkan dalam arti seluruh perangkat, ya kalau mau jadi perangkat harus berkantor, kalau tidak berkantor jangan jadi perangkat, seharusnya dimanfaatkan dengan baik,” ujar Dullah. “Mengenai gedung PAUD kita akan mempertanyakan penyebab tidak difungsikannya apa kepada pihak desa.”
“Terkadang kita dalam menyusun perencanaan itu kebanyakan ikut-ikutan, lihat desa tetangga bikin PAUD, bikin PAUD juga, padahal penting tidak PAUD di desa itu, sudah ada belum PAUD di desa,  itu terkait  untuk pemanfaatan bangunan yang sudah dibangun oleh pihak desa baik itu bangunan kantor desa maupun bangunan PAUD nanti paling tidak, kita surati agar itu bisa dimanfaatkan, perangkat-perangkat desa harus di kantor desa itu,” tutup Dullah.
Balai Desa Suka Mulya

Ketua DPC Kibar Bengkulu Utara Nudiarto, menyayangkan sarana desa yang dibangun melalui DD tidak dimanfaatkan secara baik, dan terkesan dibiarkan.
“Kepada lembaga dan dinas terkait bila diperbolehkan perangkat desa tidak ada yang ngantor, kami siap  mensosialisasikan hal ini ke seluruh desa. Kami meminta kepada Bapak Bupati dan jajaran untuk dapat mengaktifkan perangkat desa ngantor untuk pelayanan masyarakat seperti desa-desa lain,” kata dia.
Menurut Nudiarto, Pengelola PAUD Bung Karno tidak mau menempati gedung PAUD yang sudah dibangun itu bukan tanpa alasan. “Gedung tersebut tidak layak ditambah bangunan gedung itu sendiri sudah miring. Yang jelas pembangunan gedung PAUD itu, tidak melalui rapat dengan masyarakat, itu hanya inisiatif dari Kades dan dikelola oleh Kades itu sendiri,”tutup Nudiarto.


Penulis: MS Firman
Editor: Jean Freire