Bawaslu Goes to School sebagai salah satu kegiatan pendidikan politik bagi pemilih pemula/Foto: FB Bawaslu Kab Lebong

LEBONG, sahabatrakyat.com- Jumlah pemilih pemula di Kabupaten Lebong diperkirakan mencapai delapan ribuan orang. Mereka berada pada kisaran umum 17-21 tahun. Sebagai calon pemilih, generasi ini juga harus melek politik.

Komisi Bidang Hukum Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lebong, Sabdi Destian, mengatakan jumlah 8000-an itu adalah perkiraan berdasar daftar pemilih tetap atau DPT Pemilu terakhir. “Kalau persentasenya sekitar 10 persen di DPT,” kata Sabdi, Kamis siang (06/02/2020) di Muara Aman.

Bawaslu sendiri, lanjut Sabdi, sejak awal Februari telah menyasar pemilih pemula itu sebagai peserta sosialisasi tentang pengawasan dan kepemiluan dalam kegiatan “Bawaslu Goes to School”.

“Bawaslu Kabupaten Lebong melaksanakan sosialisasi kepemiluan hingga tanggal 7 Februari 2020. Terakhir sosialisasi itu difokuskan kepada para pemilih pemula yang berusia 17-21 tahun di delapan sekolah formal tingkat menengah atas,” sebutnya.

Ia menjelaskan, sosialisasi itu sebagai upaya Bawaslu memberikan pendidikan politik terhadap usia pemilih pemula terkait pentingnya partisipasi politik agar mereka bisa cerdas dalam mengolah informasi.

“Karena pemilih pemula inilah yang masih murni pemikirannya, yang harus kita luruskan kedepannya, jangan sampai mereka nanti meraba-raba,” ujar Sabdi.

Karekter pemilih pemula saat ini, lanjut dia, banyak yang belum mengetahui perannya sebagai subjek politik dan bukan objek.

Lanjut Sabdi, soal pengaruh teknologi informasi, pemilih pemula khususnya juga harus diberi pengetahuan agar bisa memilah informasi. Apakah hoak, black campaigne atau kampanye negatif, yang kini rentan disalurkan di dunia maya atau media sosial.

“Mereka harus paham nanti, pasangan calon ini seperti apa, apalagi saat kampanye yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan. Jadi itulah, simpel-simpel. Paling tidak memberikan stimulus kepada mereka agar lebih tertarik dan mengetahui lagi,” terang Sabdi soal metode sosialisasi itu.


Pewarta: Aka Budiman