DO Tak Dibayar, Toke Sawit Disarankan Lapor Polisi

Suasana antrian di lokasi PT KKK Ketahun/Foto: sahabatrakyat.com-Firman

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com Para pemilik usaha atau toke sawit yang tak kunjung dibayarkan uang DO-nya oleh pihak CV Karya Utama disarankan membawa persoalannya ke penegak hukum. Pasalnya, tindakan yang merugikan tersebut patut diduga memenuhi unsur pidana penggelapan.

Saran itu disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara Buyung Azhari saat dimintai tanggapan oleh sahabatrakyat.com terkait problem yang kini membelit sejumlah toke sawit di wilayah ini.

“Ada apa dengan CV Karya Utama? Tentunya permasalahan seperti ini harus segera diselesaikan dan bertanggungjawab atas apa yang sudah menjadi hak dari para toke ini. Saya menghimbau, jika ini dibiarkan berlarut-larut akan timbul tindakan anarkis, dan lebih baik laporkan aja CV Karya Utama itu ke polisi,” ujar Buyung.

Buyung membeberkan alasannya agar masalah ini segera dibawake ranah hukum. Kata dia apa yang sudah dilakukan oleh pihak CVKarya Utama sudah tidak lagi memikirkan nasib para petaniperkebunan.

“Karena jelas dampaknya. Jika TBS sawit para toke tidak kunjung dibayarkan, tentunya yang menjadi korban para petani sawit. Bagaimana tidak, para toke mau membayar pakai apa jika uang itu sendiri tidak dibayarkan oleh perusahaan yang memegang order tersebut,” argumennya.

Karena itu, menurutnya, tindakan tak bayar DO itu sudah tidak bisa ditolerir.

Buyung menambahkan, PT KKK (Kencana Katara Kewala) Ketahun semestinya juga ikut andil untuk mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang menjadi supliernya itu. Pastinya, ini juga menjadi beban tanggungjawab pihak PT KKK meskipun pihak perusahaan itu menyebutkan telah menyalurkan uang itu ke suplayernya.

“Kalau tidak ada rekomendasi dari PT KKK Ketahun, CV Karya Utama tentu tidak bisa menjadi suplayer yang mengeluarkan DO. Jadi, masalah ini juga menjadi beban tanggungjawab PT KKK, dan sejatinya ikut memikirkan permasalahan yang dialami para toke TBS sawit tersebut,” demikian Buyung.

Sementara itu, dari pantauan awak media, salah satu toke yang enggan disebut namanya tampak mendatangi Mapolres Bengkulu Utara, Rabu (17/6/2020) sekira pukul 11.10 WIB. Dia masuk ke dalam ruangan Unit Pidum Polrse Bengkulu Utara.

Namun saat didekati wartawan, toke tersebut meminta agar awak media tidak memberitakan dulu perihal kedatangannya. Ia beralasan masih menunggu rekannya.

Selain itu informasi yang didapat awak media, keberadaan Engga Rakasiwi, bagian pembayaran CV Karya Utama, saat ini belum jelas. Engga bak hilang ditelan bumi sejak perkara ini mencuat.

Untuk diketahui, biasanya setelah DO TBS sawit setelah masuk pabrik ditimbang, paling lambat dua hari pembayaran dilakukan. Tidak seperti yang terjadi kini yang sudah berminggu minggu belum juga dibayarkan.


Pewarta: MS Firman