
BENGKULU UTARA,sahabatrakyat.com– DPC Kibar Kabupaten Bengkulu Utara melalui Koperasi Kibar Maju Bersama saat ini telah mengembangkan usaha yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, salah satu di antaranya adalah pembuatan batu bata tanpa bakar (Formula FM).
DPC Kibar Kabupaten bengkulu Utara Nudiarto telah ditunjuk untuk melakukan pemasaran, pendistribusian, serta pejualan FORMULA FM di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara khususnya dan Provinsi Bengkulu pada umumnya oleh penemu atau pembuat FORMULA FM, Ir. Mariono, pria asal Kecamatan Coblong Kota Bandung.

Selain itu Koperasi Kibar Maju Bersama juga sebagai penyedia dan distributor resmi buku ujian nasional, US untuk SD/MI dan UN untuk SMP/MTs tanpa fee dan pungli.
“Untuk wilayah Provinsi Bengkulu kita sudah mulai berjalan, seperti Bumdes Bukit Riang Desa Pancur Negara Kecamatan Kaur Utara Kabupaten Kaur,” ungkap Nudiarto, ketua DPC Kibar Bengkulu Utara kepada sahabatrakyat.com (26/2/2018) via selulernya.
Nudiarto menambahkan, DPC Kibar telah bersosialisasi dan menjalin kemitraan serta kerjasama dengan berbagai penggiat dan pembuat batu bata yang ada. DPC Kibar bersama Kepala Desa Kota Agung Kecamatan Air Besi, misanya, telah sepakat untuk mengembangan industri batu bata tersebut.
“Untuk produksi batu bata tanpa bakar di Kabupaten Bengkulu Utara sementara ini kita akan fokus di dua titik yakni Kecamatan Air Besi dan Kecamatan Giri Mulya. Kita juga akan kembangkan di kecamatan serta kabupaten lainnya,” terang Nudiarto.
Sementara untuk buku, lanjut Nudiarto, sudah dikeluarkan sekitar seribu eksemplar. “Itu tanpa fee dan bebas pungli,” tegasnya.
Dia mengatakan, untuk Bengkulu Utara sudah banyak SD yang memintai disuplay, seperti SDN 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 11, 13, 14,15, 101, SD Model, semua SD di kecamatan Air Besi, dan semua SD di Kecamatan Ulok Kupai.
Di Kabupaten Lebong, Bengkulu Tengah dan kabupaten lainnya saat ini dalam tahap pemasaran. “Kami harap kejasamanya dengan kepala sekolah di Kabupaten Bengkulu Utara serta kabupaten/kota lainnya, dalam ikut mendukung UN 2018 serta mensukseskan program DPC Kibar Kibar Bengkulu Utara, Buku UN bebas fee dan pungli,” tutup Nudiarto.
Penulis: MS Firman









