Dugaan Izajah Palsu Anggota DPRD BU, KPU Akan Periksa Kembali Berkas Pencalonan

Joniadi SP

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Meski sudah memberi penjelasan, dugaan penggunaan ijazah palsu yang melilit Yanto saat mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Bengkulu Utara dalam Pileg 2014 lalu masih menjadi perbincangan dan mengundang berbagai pertanyaan.
Di antara pertanyaan itu adalah mengapa penulisan nama Yanto atau Janto tidak konsisten antara di ijazah dengan nama di dalam daftar calon tetap (DCT)? Apakah dibenarkan adanya perbedaan nama tersebut?
Komisioner KPU Bengkulu Utara Joniadi, SP saat dikonfirmasi sahabatrakyat.com baru-baru ini mengatakan, soal ijazah yang disampaikan ke KPU ada legalisir dan disahkan oleh dinas instansi terkait.
“Karena dinas yang mengetahui ijazah paket tersebut,” jelas Joniadi. “Soal keabsahan itu kembali ke dinas. KPU hanya menerima pada saat pencalonan, kalau itu meragukan kita akan chek di lapangan dan diknasnya,” lanjut dia.
Joniadi menambahkan, soal yang bersangkutan mendapatkan ijazah tersebut itu di luar kewenangan KPU.
“Apakah benar apa tidak itu kembali ke Diknas karena yang mengetahui soal ijazah itu Diknas, KPU hanya dapat pada saat pendaftaran DCT itu saja,” ungkap Joni, sapaan Joniadi.
Disinggung sahabatrakyat.com terkait DCT atas nama Yanto yang ijazahnya atas nama Janto waktu mencalon sebagai calon tetap apakah ada melampirkan surat pernyataan atau surat yang lain mengenai perbedaan nama tersebut, Joniadi mengatakan masih akan memeriksanya.

“Nanti kita chek lagi soal nama Yanto dan Janto, yang jelas kita dari pihak KPU akan membuka berkas kita apakah ada keterangan yang menjelaskan Yanto atau Janto itu, karena yang sesuai dengan DCT itu Yanto sedangkan di ijazahnya Janto,” katanya.

 
Penulis: MS Firman