Gorong-Gorong Rusak Jalan dan Ancam Petani, Ini Kata PUPR Provinsi dan Lebong

HANCUR: Jalan Muara Aman-Curup di Desa Suka Bumi, Lebong Sakti, Kab. Lebong terancam hancur akibat terus digenangi air. Air naik ke badan jalan akibat gorong-gorong rusak/foto AKA BUDIMAN

LEBONG, sahabatrakyat.com- Terkait kerusakan gorong-gorong yang sudah berdampak terhadap badan jalan dan sektor pertanian di Desa Suka Bumi, Kecamatan Lebong Sakti, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Bengkulu dan PUPR Lebong pun memberi penjelasan.
Kepada sahabatrakyat.com, Senin (31/12/2018), di Tubei, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Ferdinan Agus memaparkan rencana perbaikan gorong-gorong itu akan dilaksanakan oleh Pemprov Bengkulu, sementara soal luapan air akan menjadi tanggung jawab Pemkab Lebong.
“Kabupaten tidak ada menganggarkan perbaikan gorong-gorong di jalan lintas provinsi. Yang ada perbaikan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bioa Cendam yang sudah mendangkal karena tertimbun bebatuan dan pasir,” jelas Ferdinan.
Karena itu, Ferdinan berharap Pemprov mau memperbaiki gorong-gorong tersebut. Sementara Pemkab Lebong sendiri sudah menganggarkan dana Rp 4 milyar untuk mengatasi pendangkalan DAS Bioa Cendam di APBD 2019.
Kabid Binamarga PUPR Provinsi Bengkulu, Suyani menjelaskan, rusaknya gorong-gorong di jalan lintas provinsi Desa Suka Bumi itu sudah dicek sebelumnya. Perbaikan, lanjutnya, akan dilakukan di tahun pada tahun 2019.
“Sudah kita cek. Rencananya selain perbaikan jalan dan gorong-gorongnya kita mau lihat dulu debit air yang melawati masuk, jika memang harus dibesarkan,” katanya kepada sahabtrakyat.com via telepon.
Sebelumnya, Kepala Desa Suka Bumi, Suhadi mengatakan, biasanya luapan air terjadi hanya saat hujan lebat saja. Namun, sejak beberapa bulan lalu kerusakan gorong-gorong sudah berdampak pada jalan yang kian tergerus.
“Aspalnya turun, jadi air naik ke badan jalan. Lobang banyak itu akibat tergerus tanahnya,” ujar Suhadi, Sabtu (29/12/2018). “Beberapa warga sudah mengeluhkan air yang masuk ke areal sawah,” sambungnya.
Suhadi berharap kepada pihak yang bertanggung jawab untuk mencarikan solusi. “Tolonglah pada pemerintah provinsi atau pun daerah memberikan solusi, saya siap membantu,” kata Suhadi.


Penulis: Aka Budiman
Editor: Jean Freire