Irigasi PAUL Kemumu, Bengkulu Utara, 'Makan' Korban

Rekan-rekan korban saat dimintai keterangan oleh petugas (insert: foto korban semasa hidup)/foto firman-sahabatrakyat.com

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Saluran irigasi di Kelurahan Kemumu atau yang populer dinamai irigasi PAUL kembali ‘makan’ korban. Setelah beberapa bulan lalu warga asal Sumatera Barat tewas tenggelam di sana, Kamis (2/3/2017) siang sekitar pukul 13.30 WIB, seorang pemuda warga Desa Suka Makmur, Kecamatan Giri Mulya, juga bernasib serupa. Dedi Suryawan (25 tahun), nama pemuda itu, tewas saat mandi bersama rekan-rekannya.

Peristiwa itu bermula ketika korban bersama lima karibnya: Santo (23 tahun), Arisman (22 tahun), Aria Dwi Permana (21 tahun), Iqfan Febriansyah (20 tahun) dan M. Nur (20 tahun), bermaksud pulang usai menghadiri acara pernikahan teman mereka di Desa Karang Suci.

Dalam perjalanan itu mereka menyempatkan diri mampir untuk istirahat di lokasi irigasi PAUL sembari mencuci mobil yang mereka bawa. Merasa gerah, usai mencuci mobil keenam pemuda itu pun menyempatkan diri mandi. Satu per satu mereka terjun ke dalam air yang mengalir relatif deras itu. Mereka masuk air dari terowongan ketiga.

“Saya terjun duluan, bang. Barulah diikuti keempat teman saya. Terakhir barulah si Dedi,” cerita Aris kepada awak media saat berada di kamar jenazah RSUD Arga Makmur.

Lima orang yang nyebur duluan sudah keluar di terowongan ke dua. Namun korban belum. Kelimanya sempat menunggu Dedi muncul ke permukaan air. Namun yang ditunggu tak kunjung keluar. Akhirnya mereka mulai mencari. Dua orang kembali ke atas (terowongan ketiga), tiga lainnya melihat ke arah bawah/hilir.

“Kami sempat mengira kalau korban bercanda. Tapi setelah kami masuk lagi menggunakan pelampung (ban) korban ditemukan di dasar air lalu di bawa ke atas,” kenang Aris. Untuk mengetahui kondisi fisik korban, kelima rekan dan beberapa warga langsung membawa korban ke RSUD Arga Makmur.

Kapolres BU AKBP Andhika Vishnu, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP Jufri, S.IK mengatakan, usai menerima laporan, pihaknya langsung melakukan pengecekan terhadap jenazah korban. Dari hasil identifikasi polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Hanya saja terdapat luka memar di bagian leher serta lecet di bagian kepala yang diduga benturan benda keras saat berenang.

“Kita sudah meminta keterangan kelima rekannya. Untuk dugaan kekerasan belum kita temukan. Sejauh ini korban tewas murni kecelakaan. Usai pemeriksaan, kami juga sudah menghubungi pihak keluarga, agar jenazah korban segera di bawa pulang,” kata Jufri. (MS Firman)