Irigasi Sengaja Dirusak, Fungsi BBI Lebong Tidak Optimal

BBI Lebong di Desa Nangai Tayau yang tidak bisa lagi optimal karena pasokan air ke kolam terhenti setelah rusaknya saluran irigasi/aka

LEBONG, sahabatrakyat.com– Kantor Balai Benih Ikan (BBI) Kabupaten Lebong di Desa Nangai Tayau I, Kecamatan Amen kini tidak dapat berfungsi secara maksimal sebagai tempat percontohan budidaya berbagai macam jenis ikan.
Mandeknya fungsi budidaya itu diketahui mulai sejak 2017 lalu sebagai akibat rusaknya saluran irigasi sepanjang 1,5 kilometer. Saluran irigasi itu merupakan sumber aliran air ke kolam-kolam di BBI.
Salah seorang penjaga kantor BBI Lebong mengatakan, kerusakan saluran irigasi itu diduga karena faktor kesengajaan. Ada oknum yang tidak bertanggung jawab sebagai pelakunya sehingga air tak lagi mengalir.
“Ya nggak bisa karena dijebol. Itu rata-rata 12 meter di tiga titik yang dijebol,”kata sumber sahabatrakyat.com yang enggan dituliskan itu, Sabtu (16/3/2019).
Dalam kondisi normal, saluran irigasi itu bisa memenuhi kebutuhan pasokan air untuk kolam-kolam di lahan BBI seluas lima hektar itu. Namun setelah dirusak, hanya beberapa kolam yang kebagian air.
Saat ini budidaya ikan yang masih bisa berjalan adalah untuk ikan lele. Sementara untuk ikan nila hanya indukan saja. Itu pun di kolam yang ada mata airnya.
“Kalau ikan mas tidak ada aliran airnya, apalagi untuk pembibitan,” ujarnya. “Kini kolam hanya ditumbuhi rerumputan dan ditanami padi,” ujar sumber itu.
Kolam BBI yang tidak bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan. Selain dibiarkan terbengkalai, ada juga dialihfungsikan untuk tanaman padi/aka

Ari, salah satu siswa SMK Perikanan yang pernah magang di sana, mengenang pada masanya magang di sekitar tahun 2010 di kantor BBI Lebong, kondisi aliran air irigasi masih sangat lancar dan terdapat berbagai macam budidaya jenis ikan seperti ikan mas, nila, gurami, lele dan lainnya.
“Tidak nyangka kalau bisa begini kondisinya,” kata Ari yang datang ke BBI melihat kondisi kolam.
Terpisah, Kepala Desa Nangai Tayau I, Zainul Halidi mengakui, jebolnya irigasi itu tampaknya memang akibat disengaja oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Padahal, kata dia, bangunan irigasi tidak mengganggu areal persawahan warga yang ada di sekitarnya. “Itu dijebol, papan irigasi aja ilang. Padahal bangunan irigasi-nya tidak mengganggu warga,” ujarnya.
Akibat perilaku perusakan itu, kata Zainul, pemerintah desa sudah rutin menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan perusakan pada bangunan pemerintah. Pemerintah desa juga menghimbau masyarakat untuk melaporkan kepada pemerintah desa jika ada yang merusak.
“Kami sudah menghimbau kepada masyarakat diberbagai kesempatan, saat kumpul-kumpul atau di masjid,” katanya.
Zainul berharap, BBI dapat kembali berfungsi efektif sebagai tempat percontohan budidaya berbagai jenis ikan untuk masyarakat Lebong. “Harapan saya balai benih ikan bisa bagus lagi,” tutupnya.


Penulis: Aka Budiman
Editor: Jean Freire