
BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Jalan utama dan satu-satunya akses menuju Desa Batu Layang, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara sepanjang 2,7 km yang kondisinya rusak parah selama 15 tahun terakhir, tahun ini bakal disentuh pembangunan.
Informasinya, proyek hotmix jalan itu akan direalisasikan hanya untuk sepanjang 1 kilometer. Sementara sisanya cuma proyek pengerasan.
Bupati Bengkulu Utara, Ir. Mi’an saat dikonfirmasi sahabatrakyat.com, belum lama ini (Senin, 22 Januari 2018) usai meresmikan Pasar Rakyat di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Ulok Kupai mengatakan, pembangunan jalan yang masih kekurangan pemerintah akan melaksanakannya.
“Sekarang bila pemerintah ada uangnya, kita bangun sekarang,” katanya. ” Tahun ini Desa Batu Layang kita teruskan ada hotmix beberapa kilo kemudian ada juga pengerasan.”
“Tetapi kan juga logikanya di Desa Batu Layang, saya sudah bermalam di sana, wartawan belum bermalam saya sudah bermalam di sana, itu KK nya hanya 70, tidak mungkin KK 70 saya harus membangun hotmix 8 kilo ke sana, kan tidak mungkin, ya kita cari alternatif pengerasan dan sebagainya,” jelas Bupati.
Desa Batu Layang dengan luas sekitar 500 hektar didiami 87 kepala keluarga atau 324 jiwa. Desa ini berjarak sekitar 27 kilometer dari pusat kota Arga Makmur.
Hingga saat ini, akses jalan ke desa ini dalam kondisi rusak parah. Badan jalan dipenuhi material koral batu. Saat dilanda hujan, jalan sepanjang 2,700 meter ini digenangi air.

Kondisi jalan ke Batu Layang ini berbanding terbalik dengan jalan di Desa Padang Bendar. Jalan menuju perkebunan sepanjang 1,7 kilometer di desa tetangga itu justru terlihat mulus karena dua kali disentuh proyek pembangunan, masing-masing di tahun 2015 dan 2016.
Sinaryo, warga Desa Batu Layang, mengungkapkan selain jalan penghubung akses warga Desa Batu Raja R, trans lapindo, jalan utama yang berada di Batu Layang merupakan akses masyarakat dalam mengeluarkan hasil pertanian dan perkebunan dari Desa Padang Bendar, Sumber Rejo dan Batu Raja R.
Kerusakan jalan, kata dia, telah terjadi sejak 15 tahun lalu. Dia menduga anggaran pembangunan jalan Desa Batu Layang tahun 2016 dialihkan ke lokasi perkebunan milik beberapa pejabat Bengkulu Utara.

Terpisah, Kepala Desa Batu Layang, Iskandar Zulkarnain mengatakan Pemerintah Desa telah berusaha mengusulkan pembangunan infrastruktur jalan Desa Batu Layang sejak tahun 2013 silam. Namun hingga akhir tahun 2017 akses jalan tersebut belum mendapatkan sentuhan pembangunan dari pemerintah daerah setempat.
Iskandar menegaskan, segenap perangkat desa dan masyarakat Desa Batu Layang sepakat akan menolak pembangunan jalan, jika pembangunan di tahun 2018 tersebut hanya direalisasi sepanjang 1 kilometer seperti informasi yang beredar.
Sementara itu, Camat Huluk Palik, Darmawan mengakui kerusakan akses jalan Desa Batu Layang sejak 2008 lalu. Pihaknya pun tidak menampik adanya pembangunan akses jalan menuju perkebunan milik beberapa pejabat di desa yang berbatasan langsung dengan Desa Batu Layang itu.
Meski demikian, dirinya menegaskan jika pembangunan jalan tersebut juga sebagai penunjang perekonomian masyarakat beberapa desa.
Darmawan menyebutkan, pembangunan akses jalan Desa Batu Layang akan dilaksanakan tahun 2018 ini namun dirinya belum mengetahui berapa anggaran yang akan digelontokan pemerintah daerah.
Penulis: MS FIRMAN
Editor: JEAN FREIRE








