Kena Stroke, Warga Desa Taba Baru Ini Hidup dari Belas Kasih Tetangga

LEBONG, sahabatrakyat.com- Di sudut perkampungan Desa Taba Baru, Kecamatan Lebong Atas, sore itu (24/12/2019) sebuah hunian di lahan 6×10 meter menyambut kedatangan sahabatrakyat.com dan aktivis KNPI Lebong Deri Aryantoni ST.
Ada siar penghuni ‘istana’ berbahan bambu dan nyaris reot itu tengah didera sakit.
Hunian mirip gubuk seluas 12 meter persegi itu ditempati pasangan suami istri Sahrudin (55 tahun) dan Misra Juliani (48 tahun).
Benar saja. Ketika kaki melangkah masuk, Sahrudin hanya sanggup menyapa tamu sembari tubuhnya terbujur di pembaringan.
Rupanya sudah dua bulan terakhir lelaki itu tak lagi mampu menafkahi keluarganya. Stroke telah merenggut sehat fisiknya. Bahkan bicara pun sudah susah.
Sahrudin dibantu sang istri biasa bekerja serabutan. Membersihkan rumput lahan orang atau sekedar bantu angkut – angkut batu demi rupiah untuk memenuhi hajat hidup.
Kini, jangankan memenuhi kebutuhan sehari-hari, penerangan listrik saja ada berkat bantuan tetangganya yang dermawan.
“Tidak lagi cari nafkah beliau, tinggal juga menumpang. Kebutuhannya dari bantuan bantuan warga,” ujar Mulyan (43 tahun), tetangga Sahruhdin yang rumahnya berjarak sekitar 10 meter.

Mulyan (tengah) tetangga Sahrudin yang membantu listrik.

Misra Juliani mengungkapkan, dirinya tidak mendapat bantuan sosial dari pemerintah karena tidak memiliki lahan dan rumah sendiri.
“Pernah ada Polwan ke sini yang bantu dulu,” ceritanya.
Harta yang mereka miliki, lanjut Misra, hanyalah anak laki-laki bermama Doni (17 tahun). Hanya bermodal pendidikan SD, anak semata wayang itu kini merantau ke daerah tetangga. Jadi kuli bangunan di Kabupaten Rejang Lebong.
Misra berharap suaminya bisa pulih dari sakit. Sebab jika tiba ajal suaminya Misra mengaku tidak lagi ada alasan untuk tinggal. Ia berkeinginan ikut anaknya di Rejang Lebong
“Anak kadang kalau ada rezeki dia kasih. Aku harap anak bisa hidup senang nanti,” harap Misra.
“Kalau aku bagaimana pun kondisi suami akan terus di sini mendampingi sampai akhir hayatnya,” kata Misra dengan suara terbata-bata dan pipi yang basah dicurah air mata.
Perwakilan DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lebong, Deri Eriyanto ST mengatakan, keadaan keluarga Sahrudin yang kurang mampu harus mendapat perhatian dari berbagai pihak di Kabupaten Lebong, seperti yang sudah dilakukan oleh warga di sekitar lingkungannya saat ini.
“Mereka harus ada perhatian seperti yang dilakukan tetangga-tetangganya. Mimpinya masa mendatang paling tidak masih menyala dengan melihat anaknya hidup berkecukupan,” singkatnya.


Pewarta: Aka Budiman