'Kencing Sembarangan', Truk Tangki dan Sopir Pertamina Diamankan

Anggota sat reskrim bu saat menunjukan mobil kencing

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Polres Bengkulu Utara mengamankan satu unit mobil tangki pengangkut BBM jenis premium dan sopir cadangan yang diduga melakukan praktik curang, yakni ‘kencing sembarangan’ alias menjual BBM sebelum tiba di tujuan.
Tindakan pengamanan itu sendiri berdasarkan laporan petugas SPBU 24-386-28 yang berlokasi di Desa Gunung Agung, Kecamatan Kota Arga Makmur, Bengkulu Utara ke Mapolres setempat.
Polisi menahan mobil tangki bernomor polisi BD 8859 AR dan seorang sopir cadangan berinisial AP. Sedangkan sopir utama berinisial SS menghilang setelah aksi curang itu terendus petugas SPBU.
Data terhimpun, peristiwa yang terjadi pada Sabtu (14/4/2018) sore itu bermula saat petugas SPBU mencurigai level bahan bakar yang berkurang dari seharusnya saat pengukuran.
Sopir cadangan AP (baju gelap) saat diperiksa di Sat Reskrim BU

Petugas beserta pimpinan SPBU lalu memanggil sopir utama berinisial SS ke kantor untuk menegur sekaligus meminta penjelasan.
Diduga SS ketakutan karena aksi nakalnya diketahui. Sehingga pada saat akan dimintai penjelasan, SS pura-pura mau ke toilet. Ia pamit mau buang air kecil. Namun setelah ditunggu, SS tak kunjung kembali. Setelah disusul, SS ternyata sudah kabur melalui pintu belakang SPBU. Ia pergi meninggalkan rekannya si supir cadangan, AP di lokasi.
Melihat ada hal yang janggal, petugas SPBU pun melaporkan hal itu ke Mapolres BU sekira pukul 16.00 WIB.
Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi Warganegara, SH, S.IK, MM melalui Kasat Reskrim AKP. M. Jufri S.IK kepada sahabatrakyat.com mengatakan, hasil penyelidikan sementara diketahui aksi nakal pelaku dilakukan di wilayah Kecamatan Pondok Kelapa.
“Setelah kita amankan sopir cadangan mobil itu, ia mengakui bahwa sebelumnya mereka telah mengeluarkan premium di wilayah Pondok Kelapa sebanyak dua jerigen bekisar 75 liter,” kata Jufri.
Dikatakan Jufri, hasil pengecekan pada mobil memang ditemukan ada segel yang sudah rusak sebelum sampai tempat yang dituju.
“Teknis pelaku dengan modus membuat alat sendiri, mencongkel segel ini supaya terlepas, namun tidak terlalu kelihatan apabila tidak diperhatikan secara jelas,” ungkap Jufri.
Jufri menandaskan, SS sebagai sopir utama yang kabur akan diburu. Polisi juga akan mendalami pihak yang terlibat.
“Apa ada yang beli, apa dijual di warung-warung? Pelaku sudah setahun terakhir ini beroperasi tetapi tidak setiap pengantaran mereka lakukan penyampaiannya,” kata Jufri.
Lantas apa motifnya?
“Dipicu lantaran tidak dapat uang makan pelaku nekat keluarkan premium itu sebanyak 2 jerigen, tetapi tidak setiap pengiriman pengakuan pelaku,” tutup Jufri.


Laporan: MS Firman
Editor: Jean Freire