Lepas Pawai Ogoh-Ogoh, Bupati Mian Apresiasi Kebersamaan dan Persatuan

Ribuan umat Hindu di Bengkulu Utara saat mengikuti Festival Ogoh-Ogoh/firman

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com-  Pawai Ogoh-Ogoh mengawali tapa brata jelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1941 di Arga Makmur, Bengkulu Utara, Senin (4/3/2019) pagi. Sebanyak tujuh ogoh-ogoh perlambang kekuatan roh jahat atau bhuta kala diarak dari Desa Rama Agung menuju alun-alun Kota Arga Makmur.
Pawai yang dilepas secara resmi Bupati Bengkulu Utara Ir. H. Mian itu diikuti antusias ribuan umat Hindu. Mereka tumpah ruah di jalur utama jalan kota Arga Makmur.
Dalam arahannya Bupati Mian mengatakan, pawai Ogoh-Ogoh sebagai kegiatan sakral keagamaan yang dikemas dengan unsur kebersamaan digelar setiap tahunnya guna menyambut datangnya perayaan hari Raya Nyepi menunjukkan nilai-nilai kebersamaan yang menjadikannya sebagai aset daerah dan tanda kebhinekaannya Kabupaten Bengkulu Utara.
Segenap tokoh dan masyarakat Hindu yang ada di sini saling bahu membahu dengan semangat kebersamaan dan gotong-royong melaksanakan kegiatan ini. Menurut Bupati, dari tahun ke tahun mengalami perkembangan yang baik.
“Perbedaan bukan penghalang bagi kita untuk hidup dalam keharmonisan, dalam kehidupan sehari-hari yang saling menghormati, saling membantu dan saling membangun solidaritas sosial yang kokoh,” katanya.
“Semua perbedaan itu tidak harus berseberangan dan tidak harus seragam. Juga tidak harus ditiadakan bahkan dilenyapkan namun perbedaan dan keragaman itu harus diikat oleh tali persaudaraan, tali kebersamaan dan tali persatuan dalam bingkai negara kestuan RI.”
Pemerintah daerah, kata Bupati Mian, memberikan rasa bangga dan apresiasi bahwa rasa kebersamaan, rasa wuri budaya, rasa bisa menunjukkan ciri khas keberadaan yang merupakan asetnya Kabupaten Bengkulu Utara dan mungkin festival ogoh-ogoh terbesar di Provinsi Bengkulu dan dilestarikan setiap tahun oleh masyarakat yang ada di Bengkulu Utara.
“Desa Rama Agung yang telah dinobatkan sebagai kampung kerukunan umat beragama satu-satunya di Provinsi Bengkulu, insyaallah tahun depan bersama-sama dibahas bersama DPR mudah-mudahan Desa Rama Agung ini sudah didirikan gapura kampung kerukunan umat beragama,” tutup Bupati Mian.


Penulis: MS FIRMAN
Editor: Jean Freire