JUT yang juga sebagai akses menuju Sungai Nokan/MS Firman

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Pemerintah Desa Lubuk Sahung, Kecamatan Kota Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu terus melakukan berbagai langkah terobosan guna membangun kemandirian desa. Sebagai penunjang kebutuhan warga dalam mengeluarkan hasil bumi, pembangunan infrastruktur seperti jalan usaha tani juga dipercantik sehingga menjadi objek wisata yang menawarkan keindahan tersendiri.
Kepala Desa Lubuk Sahung, Wahrun Irwansyah, memaparkan, pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di wilayah persawahan diyakini mampu menghadirkan pesona keindahan bagi wisatawan. Tak hanya sebagai sarana warga menjalankan rutinitas pertanian dan perkebunan, jalan usaha tani yang telah dibangun diharapkan membuka akses ke potensi wisata alam desa setempat.
Wahrun menjelaskan, pembangunan JUT akan mempermudah pengembangan potensi wisata alam yang ada di sana, di antaranya arung jeram, flaying fox dan tubbing. Itu merupakan bentuk dari komitmen Pemerintah Desa Lubuk Saung dalam pengembangan inovasi desa.
Sungai Nokan punya potensi wisata arung jeram/MS Firman

Inovasi desa itu mendapat dukungan dari segenap lapisan masyarakat. Ketua Badan Permusyawarahan Desa Lubuk Sahung, Kadi Iswanto mengungkapkan, pembangunan JUT sebagai langkah awal pengembangan ekowisata merupakan inovasi tepat guna. Menurutnya, selain sebagai akses warga, ke depan potensi wisata yang selama ini belum terjamah akan segera terbuka.
Kadi menyebutkan, puluhan hektar lahan persawahan dan derasnya aliran sungai yang jernih jika dikembangkan akan mampu mendatangkan pendapatan asli desa.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Lubuk Sahung Ade Erikson mengatakan, selain menjadi salah satu salah ikon wisata Bengkulu Utara, penggembangan ekowisata diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kemandirian pemuda desa setempat.
Penggembangan ekowisata itu juga diapresiasi Pemerintah Kecamatan. Camat Kota Arga Makmur, Sri Dasa Utama, S.IP menjelaskan, Desa Lubuk Saung merupakan desa yang memiliki potensi wisata alam tersendiri. Langkah yang diambil pemerintah desa merupakan terobosan tepat sebagai bentuk inovasi desa yang dicanangkan pemerintah pusat.
Tarian adat terus dilestarikan di Desa Lubuk Sahung/MS Firman

Selain ekowisata, pemerintah Desa Lubuk Sahung juga berkomitmen menjaga kearifan lokal seni dan budaya. Penanaman dan pembelajaran seni asli suku Rejang terus dijaga dengan memberikan pembelajaran kepada anak-anak dari usia dini hingga remaja dalam pelatihan berbagai seni meliputi, seni tari, musik dan adat istiadat.


Penulis: MS Firman
Editor: Jean Freire