Mau Kerja di Malaysia Dapat Paspor Kunjungan, 3 Calon TKI Bengkulu Utara Batalkan Keberangkatan

Putra, Murjali (orang tua Ricky), dan Aswin, suami Sudarmi saat mendatangi kediaman Purwadi/firman-sahabatrakyat.com

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Maraknya TKI ilegal dan berbagai kasus penipuan yang merugikan tenaga kerja asal Indonesia di luar negeri tampaknya menjadi pelajaran penting bagi ketiga warga asal Bengkulu Utara ini.
Masing-masing Putra (26 tahun), Ricky Subahagia (19 tahun) dan Sudarmi (28 tahun). Ketiganya kompak mengundurkan diri sebagai calon TKI ke negara Malaysia. Ini setelah mereka curiga ketika paspor yang mereka terima untuk menjadi TKI hanya berupa paspor kunjungan. Bukan paspor untuk menjadi tenaga kerja di negeri jiran itu.
Menyadari kenyataan itu, mereka pun menduga jika perusahaan yang akan menyalurkan mereka ke Malaysia itu, yakni PT Andromeda, adalah perusahaan yang patut dipertanyakan legalitasnya.
Lantaran merasa diperdaya, Putra bersama Murjali (orang tua Ricky) dan Aswin (suami Sudarmi) mendatangi kediaman Purwadi (45 tahun), warga Desa Padang Jaya Rt.3, Kecamatan Padang Jaya. Purwadi mereka kenal sebagai perpanjangan tangan pemilik perusahaan bernama Sukimin.
Sukimin yang juga paman Purwadi ketahui tinggal di Jalan Parwasal Kompleks Garden Mas 1 Blok A1 Siantan Tengah Pontianak Utara, Kalimantan Barat.
Saat berada di kediaman Purwadi, kepada sahabatrakyat.com, Putra mengaku merasa dirugikan atas kondisi itu. Baik materi maupun waktu.
“Kami bayarnya beragam, paling kecil itu sebesar Rp 500 ribu dan paling besar Rp 1.1 juta. Kalau untuk paspor dari kami dan jasa pengurusan paspor, dan transport juga dibebankan kepada kami,” kata Putra.
Terpisah, orang tua Ricky, Murjali (47 tahun) saat dibincangi sahabatrakyat.com, mengatakan, “Kami bertiga merasa ditipu oleh Purwadi. Saat kita meminta penjelasan mengenai legalitas perusahaan penyalur tersebut selalu berbelit-berlit penjelasannya. Karena merasa ada yang janggal dan tidak meyakinkan kami bertiga memutuskan mundur,” ujarnya.
“Kami meminta dikembalikan segala uang yang kami keluarkan, karena kami merasa dirugikan. Kami tidak mau memperpanjang hal ini dengan catatan segala kerugian kami dikembalikan,” tegas Murjali.
Hal senada juga disampaikan Sudarmi. Ibu dua anak itu menuntut hal yang sama kepada Purwadi.
Sudarmi juga mengimbau masyarakat Kabupaten Bengkulu Utara agar tidak mudah percaya dengan tawaran pekerjaan di luar negeri yang belum jelas latar belakang perusahaan penyalurnya dan iming-iming gaji besar di sana.
“Lebih baik susah dinegeri sendiri dari pada susah dinegeri orang” tutup Sudarmi. (MS Firman)