Mukomuko Belum Kaji Dampak Pembukaan Jalan Taman Nasional Kerinci Seblat

Ilustrasi jalan tembus taman nasional/foto Kerinci Time

MUKOMUKO, sahabatrakyat.com– Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, hingga kini belum melakukan kajian dampak lingkungan terhadap pembukaan jalan penghubung di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Sebelat dengan Kabupaten Kerinci, Jambi.
Hal itu diakui Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko, Robin Linton, di Mukomuko, Senin (09/10/2017). “Kami belum melakukan kajian karena belum ada penentuan titik koordinat lokasi jalan yang dibuka, termasuk studi kelayakan pembukaan jalan tersebut dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang setempat,” kata dia seperti dikutip Antara.
Linton menyampaikan itu menindaklanjuti surat perintah dari sekretaris daerah setempat yang menugaskan Dinas Lingkungan Hidup menyiapkan data kajian dampak lingkungan terhadap pembukaan jalan penghubung di dalam kawasan TNKS dengan Kabupaten Kerinci, Jambi.
Menruut Linton, pihaknya membutuhkan titik lokasi badan jalan yang dibuka dalam TNKS sebagai bahan untuk melakukan kajian dampak lingkungan terhadap permbukaan jalan penghubung dalam TNKS dengan Kabupaten Kerinci, Jambi.
“Kami juga menunggu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang melakukan studi kelayanan dan DID pembangunan jalan dalam TNKS tersebut,” jelas dia. “Kalau sudah ada jalur koordinat, nanti kami sudah bisa melakukan kajian dampak lingkungan jalur,” katanya.
Linton menyebutkan, dibutuhkan waktu sekitar tiga hingga enam bulan untuk melakukan kajian dampak lingkungan terhadap pembukaan jalan penghubung dalam TNKS dengan Kabupaten Kerinci, Jambi.
Ada dua kegiatan pembangunan dalam kawasan TNKS, yakni pembangunan jalan dari simpang Kecamatan Penarik arah Kecamatan Selagan Raya kemudian tembus Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Kerinci.
Selanjutnya, pembukaan jalan kereta api dari Kabupaten Merangin, Jambi ke Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten Mukomuko.
Menurut dia, pemerintah merencanakan pembangunan jalan kereta api menuju ke Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten Mukomuko karena di wilayah itu direncanakan akan dibangun pelabuhan laut.
“Sudah lama pemerintah daerah setempat berencana membangun pelabuhan di wilayah Kecamatan Teramang Jaya,” ujarnya. (**)


Editor: JEAN FREIRE