Pak Bupati, Setelah Diresmikan, Mengapa Pasar KTM Kosong? Kini Retak-retak Pula…

Peresmian Pasar Kota Terpadu Mandiri KTM Ketahun di Kabupaten Bengkulu Utara/foto www.kemendag.go.id

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Pasar Kota Terpadu Mandiri (KTM) yang berlokasi di Desa Giri Kencana, Kecamatan Ketahun, sudah diresmikan pemanfaatannya oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI Oke Nirwan, Selasa, 11 Januari 2017 lalu.
Namun hanya satu minggu pasar itu ditempati oleh pedagang. Kini pasar berkapasitas 112 los dan kios itu justru kosong tanpa aktivitas jual-beli. Pedagang yang sempat berjualan di sana mengaku meninggalkan los dan kios-nya karena ukurannya kecil.
Para pedagang yang sempat menempati los dan kios saat berbincang dengan Bupati Mian dan Dirjen Kemendag RI usai peresmian pasar/foto www.kemendag.go.id

Di sisi lain, meski belum dimanfaatkan secara penuh, kondisi bangunan pasar kini mulai rusak. Sudah tampak retak-retak pada dinding bangunan. Pasar yang dibangun di lahan bekas rawa itu juga terkesan tak terbengkalai, tidak terawat karena mulai tumbuh belukar.
Bupati Bengkulu Utara Ir. Mian

Bagaimana sikap dan tanggapan Bupati Bengkulu Utara Ir Mian atas kondisi Pasar KTM Ketahun?
Dikonfirmasi sahabatrakyat.com baru-baru ini, (10/062017), Bupati Mian mengatakan, tahun ini pasar itu masih akan dibangun. “Belum. Itu masih akan kita bangun,” kata Mian.
Mian menjelaskan, setelah dibangun maka pedagang akan ditempatkan di lokasi. “Posisinya kita akan atur. Penempatannya ke sana semua. Menata itu tidak bisa langsung selesai semua, tetap butuh tahapan,” ujarnya.
Soal kondisi bangunan yang mulai retak di sana sini, Bupati Mian enggan menjawab panjang lebar. “Nggak, sudah nanti kita akan atur,” katanya.
Menurut Kepala Dinas Perdagangan Bengkulu Utara Ir. Siti Qoriah Rosydiana, MM, proyek pembangunan pasar itu masih dalam masa pemeliharaan.
“Masih menjadi tanggung jawab kontraktor,” ungkap Siti yang juga PPTK dalam kegiatan pembangunan Pasar KTM Lagita di Kecamatan Ketahun itu. (MS Firman)