Pamit Keluar, Istri Temukan Suami Gantung Diri di Batang Kopi

Korban setelah dievakuasi ke dalam rumah oleh keluarga dan warga

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Diduga tak tahan menanggung penyakit yang dideritanya, Kartono (41 tahun), warga Desa Kuro Tidur, Kecamatan Kota Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, nekat mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di batang  kopi di belakang rumahnya, Rabu (24/01/2018).
Jenazah ditemukan mengantung di pohon kopi oleh istrinya sekira pukul 04.00 WIB. Sang istri mendapati suaminya sudah tergantung pada seutas tali tambang yang diikatkan pada pohon kopi berukuran sekira paha orang dewasa.
“Keterangan pihak keluarga, korban mengalami sakit dan tak kunjung sembuh dalam dua pekan terakhir. Namun motifnya sesungguhnya kami hingga saat ini juga belum mengetahui,” terang Kepala Desa Kuro Tidur, Alex Nauli Harahap di kediamannya.
Mendapat informasi kejadian tersebut, Sat Reskrim Polres Bengkulu Utara langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan para saksi.
Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi Warganegara, SH, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP M. Jufri, S.IK dikonfirmasi sahabatrakyat.com di ruang kerjanya mengatakan, sebelum gantung diri, korban sempat pamit kepada istrinya untuk turun ke bawah sebentar dari rumah.
Karena tak kunjung pulang, sang istri lalu keluar rumah mencari keberadaan suaminya. Saat melihat cahaya penerangan lampu, si istri lantas mendekat. Ia kaget tak kepalang karena sang suami dia temukan dalam kondisi tergantung.
“Dalam kejadian tersebut pihak keluarga korban menyatakan tidak mau untuk melakukan autopsi, dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah,” jelas Kasat Reskrim Polres Bengkulu Utara AKP Jufri.
Sementara itu, jenazah yang telah berada di rumah duka salah satu kerabat telah dikebumikan di TPU Desa setempat oleh warga. Selain itu pohon kopi dimana korban mengakhiri hidupnya sudah ditebang dan dibakar oleh warga. Hal itu dilakukan karena setelah kejadian warga yang melintas di sekitar lokasi kejadian merasa tak nyaman.


Penulis: MS Firman
Editor: Jean Freire