Peras Kepala SMP Rp 2 Juta, 4 Oknum LSM Ini Terancam 9 Tahun Penjara

Ilustrasi/foto okezone
Ilustrasi/foto okezone

 LEBONG, sahabatrakyat.com– Empat orang pengurus dan anggota dari 4 LSM berbeda kini tengah meringkuk di balik jeruji sel Mapolres Lebong. Mereka ditangkap aparat untuk menjalani proses hukum lantaran diduga telah melakukan tindak pidana pemerasan terhadap kepala sekolah SMPN 1 Bingin Kuning Armen Bastari.

Keempat oknum LSM itu adalah MS (52 tahun) dari LSM Laskar Anak Bangsa; De (50 tahun), mengaku dari anggota LSM Lidik; Af (30 tahun), mengatasnamakan anggota LSM KPMP dan Sh (48 tahun) yang mengklaim ketua LSM Komnas PAN. Mereka ditangkap di lokasi dan waktu yang berbeda.

Yang pertama kali diringkus adalah MS, yakni pada Jumat (3/2/2017) sekitar pukul 11.00 WIB di Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Lebong Utara. Penangkapan MS terjadi tak lama setelah polisi mendapat laporan soal dugaan pemerasaan itu. Dari tangan MS, polisi mengamankan barang bukti berupa KTP, uang tunai Rp 1 juta, 1 unit motor merek Kanzen BD 4973 AM dan satu unit handphone.

Kapolres Lebong AKBP Zainul Arifin SE MH melalui Kasat Reskrim AKP Tatar Insan SH mengatakan modus yang dilakukan oleh tersangka yaitu dengan mendatangi kepsek dan menuduhnya telah melakukan pungli. Tersangka mengancam akan mengekspos pungli tersebut. Tersangka minta uang Rp 2 juta agar pungli tersebut tidak diekpose.

“Untuk pembayarannya dilakukan 2 kali. Pembayaran pertama telah dilakukan pada 31 Januari lalu sebesar Rp 1 juta. Dan pada Jumat (3/2) tersangka kembali mendatangi kepala sekolah untuk mengaih sisanya,” ujar Tatar. “Tersangka kami amankan sekitar 500 meter dari rumah korban. Diduga kuat dalam menjalankan aksinya tersangka tidak sendirian dan saat ini masih terus kita kembangkan,” tambah Tatar.

Benar saja, setelah menginterogasi MS, polisi bergerak cepat. Jumat malam sekitar pukul 22.00 WIB polisi juga berhasil mengamankan De, Af dan Sh dari kediamannya masing-masing.

“Kami melakukan pengembangan setelah berhasil menamankan MS, dari keterangakn tersangka ini diketahui bahwa aksi yang dilakukan juga melibatkan 3 oknum LSM tersebut. Akhirnya tim langsung melakukan pengejaran dan akhirnya ketiganya tidak berkutik ketika diamankan di kediamannya masing masing. Awalnya mereka membantah terlibat dengan tindakaan pemerasan tersebut namun setelah dikonfrontir dengan tersangka MS, ketiganya tidak bisa berkutik,” tegas Kasat.

Diungkapkan Kasat, ketiga tersangka yang diamankan terakhir ini mengaku hanya tahu soal penerimaan uang Rp 1 juta dari korban melalui So. Dari pengakuan ketiga tersangka, dari uang Rp 1 juta hasil pemerasan pertama terhadap korban yang diterima So Senin (30/1), masing-masing tersangka mendapat pembagian Rp 250 ribu. Sedangkan untuk uang Rp 1 juta susulan yang diserahkan korban kepada So Kamis (3/2), De, Af dan Sh mengaku sama sekali tidak tahu.

“Silahkan saja mereka berdalih. Dari hasil pemeriksan yang kita lakukan, ketiga oknum LSM inilah yang sebelumnya mendatangi korban dan menakut-nakuti korban agar menyerahkan uang dengan ancaman akan melapor ke aparat atau dipublikasikan ke media soal pungli yang dilakukan korban kepada siswanya sebagaimana yang diklaim ketiga tersangka,” ungkap Kasat.

Ditambahkan Kasat, keempat tersangka yang sudah ditahan Polres Lebong ini tergolong profesional dalam menjalankan aksinya. Mereka ini memiliki peran masing masing dan cara kerja yang di lakukan cukup rapi. Melihat cara mereka melakukan aksinya, piha penyidik masih mendalami apakah masih ada sekolah lain yang menjadi korban oknum LSM tersebut. “Kita juga mengimbau kepala sekaolah yang merasa menjadi korban dari kee 4 oknum LSM ini untuk melapor ke Polres,” tambah Kasat.

Terancam 9 Tahun Penjara

Atas perbuatannya, para tersangka terancam pidana 9 tahun penjara sesuai dengan pasal 368 KUHP. “Di Pasal 368 tersebut menyebutkan barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa orang lain dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, untuk memberikan sesuatu barang, yang seluruhnya atau sebagian adalah milik orang lain, atau supaya memberikan hutang maupun menghapus piutang, diancam, karena pemerasan, dengan pidana penjara paling lama 9 tahun,” terang Tatar.

Ditambahkan Tatar, pihaknya masih terus mendalami kasus pemerasan yang dilakukan oleh 4 oknum pengurus maupun anggota LSM tersebut. Ia juga mengimbau agar pihak- pihak yang merasa diperas oleh oknum tersebut untuk melapor ke Polres Lebong.

“Sejauh ini, keempat oknum LSM ini baru mengaku melakukan pemerasan terhadap kepala SMP Negeri 1 Bingin Kuning, kita tetap menggali keterangan dan jika ada pihak lain yang merasa dirugikan oleh tindakan ke 4 Oknum LSM ini agar melapor,” ujar Kasat. (cw1)