Polres Bengkulu Utara Ingatkan Kerawanan di Pilkada 2020

Rapat Koordinasi Polres dan KPU Bengkulu Utara/Foto: Ist

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com Polres Bengkulu Utara memberi catatan khusus kepada KPU Bengkulu Utara terkait kerawanan dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Terutama dengan adanya penambahan jumlah TPS karena mengindahkan protokol pandemi Covid-19.

Kerawanan yang mungkin timbul terkhusus di Desa Air Sebayur, Kecamatan Pinang Raya karena mendapat penambahan TPS dari lima dusun di Desa Urai Kecamatan Ketahun. Yakni, Simpang Batu, Alas Bangun, Sebayur Jaya, Limas Jaya, dan Gembung Raya.

“Polres BU menyarankan untuk TPS yang terjadi penambahan agar dikoordinasikan secara kontinyu guna dapat dijadikan mapping kerawanan TPS untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan serta untuk rencana pengamanan TPS nantinya pada saat pemungutan suara,” kata Kapolres Anton Setyo Hartanto SIK MH melalui Kabag Ops AKP Jufri SIK dalam rilisnya ke sahabatrakyat.com, Kamis (11/06/2020).

Jufri mengatakan, peringatan itu sendiri disampaikan langsung dalam kunjungan kerja Kapolres BU dan jajaran ke KPU Bengkulu Utara yang berlangsung Kamis pagi. Rombongan diterima Ketua KPU BU Roges Mawansyah, S.E., M.E dan komisioner KPU BU lainnya.

Jufri menambahkan, kedatangan Polres ke KPU sendiri juga dalam rangka koordinasi tentang persiapan dengan akan kembali dimulainya Tahapan Pilkada Tahun 2020 di Kabupaten Bengkulu Utara.

Pihaknya mendorong KPU BU untuk mempersiapkan dengan baik segala sesuatu tahapan yang nantinya akan berjalan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Untuk menjalin sinergitas dan soliditas antara Polres dengan penyelenggara Pemilu dalam hal ini KPU BU dalam mensukseskan pelaksanaan Pilkada Tahun 2020 di Kabupaten Bengkulu Utara,” ulasnya.

Untuk diketahui tahapan Pilkada Tahun 2020 akan dimulai kembali mulai tanggal 15 Juni 2020. Ini berdasarkan keputusan dalam Rapat Bersama antara Mendagri bersama DPR RI, Bawaslu RI serta DKPP.

Menyusul keputusan itu, salah satu penyesuaian yang bakal dilakukan adalah pengaturan jumlah pemilih per TPS yang semula 800 dibatasi menjadi 500 orang.

Bagi Bengkulu Utara, konsekuensinya adalah terjadi penambahan jumlah TPS sebanyak 36 TPS yang tersebar di kecamatan kecuali Kecamatan Enggano. Total TPS dengan penambahan adalah 636 TPS.

Dalam pertemuan itu juga, lanjut Jufri, KPU menyampaikan soal usulan penganggaran APD bagi penyelenggara Pemilu yang belum masuk di APBD. Penambahan APD diusulkan ke KPU RI agar bisa diakomodir melalui APBN. Nilainya mencapai Rp 3,76 miliar.


Pewarta: MS Firman