
BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Tubuhnya ringkih saat menyambut tamu yang datang dari jauh hari itu. Seolah hanya ditopang semangat, sisa hebat tubuhnya ia paksa meladeni pertanyaan.
Mutazakirun, nama lelaki itu. Ia memang sudah tak lagi muda. Usianya sudah lebih setengah abad. Sudah kepala enam malah. “Umur saya 62 tahun,” sebutnya.
Di rumah papan yang reot itu ia menjalani hidup bersama istri dan empat orang anaknya. Sudah sejak 2005 keluarga ini tercatat sebagai penduduk Dusun IX Limas Jaya Desa Air Sebayur, Kecamatan Pinang Raya, Bengkulu Utara.
Karena sering sakit-sakitan, Mutazakirun mengaku sudah tak sanggup lagi memenuhi kebutuhan keluarga. “Beginilah, pak kondisi saya dan keluarga, boleh bapak lihat keadaannya, tenaga saya sudah tidak kuat lagi,” keluh Mutazakirun.
Kepada sahabatrakyat.com, ia mengaku belum pernah sekalipun menikmati program dan bantuan pemerintah meski sudah berkali-kali didatangi orang yang mengaku petugas pendataan.
“Waktu itu ada pendataan orang miskin. Orang dapat bantuan tetapi saya tidak ada bantuan,” ujarnya.
Meskipun belum pernah dapat bantuan, keluarga ini tetap menjalani kehidupannya sehari-hari meski serba kekurangan.

“Beginilah keadaan ekonomi kami. Alhamdulillah kami masih bersyukur dan tetap tegar walaupun sangat serba kekurangan,” ucapnya.
Mutazakirun berharap pemerintah bisa berbuat sesuatu untuk menolong dan meringankan beban hidupnya.
“Kalau memang ada bantuan saya mau, seperti bantuan listrik. Karena kami belum memiliki listrik. Kalau mau pasang sendiri tidak ada biayanya. Jangankan buat pasang listrik, buat makan saja kami jauh dari cukup.”
Anak-anaknya pun sudah tidak ada lagi yang mengecap pendidikan. Seorang hanya mampu tamat SMP, satu lagi hanya tamat SD.
“Gimana anak-anak mau melanjutkan sekolah? Saya tidak punya biaya,” katanya.
Pewarta: MS Firman








