Protes Ukuran Kios, Pedagang Datangi Dewan BU

Suasana rapat dengar pendapat antara pedagang dengan anggota DPRD BU terkait kios di Pasar D1

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Para pedagang di Pasar D1 Giri Kencana, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara (BU) mengeluh. Pasalnya, ukuran kios yang mereka tempati saat ini berukuran relatif lebih kecil dibanding lapak mereka sebelum ada pembangunan auning.
Lantaran tak puas, enam perwakilan pedagang, Selasa (9/5/2017) sekitar pukul 13.15 WIB mendatangi kantor DPRD BU untuk menyampaikan protes, uneg-uneg dan aspirasinya kepada wakil rakyat.
Mereka diterima Komisi II yang membidangi perdagangan. Pertemuan itu lalu dipimpin Ketua Komisi II Arazali. Tampak serta anggota Komisi II lainnya, Komisi I, dan Komisi III asal dapil II.
Jurubicara perwakilan pedagang Perry Akmal, mengatakan, pedagang keberatan dengan ukuran kios yang hanya 2×3 meter. Ukuran seluas 6 meter persegi itu bagi pedagang tak cukup lapang untuk menampung atau menggelar barang dagangan.
“Kami para pedagang keberatan dengan pembagian kios yang ukurannya terlalu kecil 2×3 meter ini. Untuk meletakan dagangan saja sudah susah apalagi kalau hasilnya. Selama ini, sebelum dibangun auning itu, penghasilan kami sudah mencukupi untuk hidup. Akan tetapi setelah dibangun auning tersebut penghasilannya sangat terbatas karena kami tidak bisa banyak meletakan dagangan kami,” kata Perry Akmal.
Anggota DPRD BU Sonti Bakara, SH mengakui apa yang dikeluhkan pedagang itu juga pernah disampaikan langsung saat dia berbelanja di pasar tersebut.
“Memang betul keluhan mereka. Saya pernah belanja beli ikan asin di pasar itu dan saya lihat memang sangat kecil,” kata Sonti.
Sementara Anggota DPRD BU Ependi, SP mengatakan dirinya cukup memahami dan merasakan apa yang dikeluhkan para pedagang. Hanya saja untuk sementara ia meminta agar pedagang bisa menerimanya.
“Pembangunan Pasar Giri Kencana itu merupakan proyek pusat yang memang ketentuannya sudah diatur dari sana. Mau tidak mau ini kita ambil dulu karena untuk mendapatkan bantuan pusat itu tidak mudah, banyak kabupaten lain yang mau bantuan pembangunan pasar tersebut,” kata Ependi.
Menurut Ependi, setelah pembangunan pasar diserah-terimakan ke Kabupaten Bengkulu Utara maka perubahan-perubahan bisa dilakukan.
“Kalau sudah serah-terima kita bisa untuk melakukan penambahan maupun pengurangan bentuk bangunan. Sementara ini saya berharap kepada para pedagang pasar D1 Giri Kencana, untuk bersabar dan menunggu proses hibah ini selesai,” pungkas Ependi.
Lanjut Ependi, pihaknya juga akan mengundang dinas perdagangan untuk membahas masalah tersebut. “Hari Senin dinas terkait kita panggil. Kalau memang janji bupati ini akan direalisaaikan, teknisnya bagaimana,” kata Ependi.
“Kita ingin tahu teknisnya bisa tidak dinas ini menindak lanjuti apa yang telah dijanjikan bupati ini, jangan nanti setelah bangunan ini ternyata janji bupati ini tidak bisa direalisaaikan, tambah kecewa rekan-rekan pedagang ini,” lanjut Ependi.
Ketua Komisi II Arazali, mengatakan, pihaknya akan berusaha memecahkan masalah ini bersama dinas perdagangan sehingga pedagang tidak mengeluh lagi.
“Dalam waktu dekat kami dari Komisi II akan mengundang dinas perdagangan untuk mencari solusi dari masalah ini, dan saya berharap sepulang dari hearing hari ini kawan-kawan pedagang ini sudah tidak ada lagi uneg-unegnya,” kata Arazali.
===============
Penulis: MS Firman
Editor: Jean Freire