Jembatan Lubuk Ubar dibangun tahun 1972 oleh warga secara swadaya. Ini menjadi akses bagi warga setempat untuk mengeluarkan hasil pertanian dan menghubungkan ke antar dusun di desa tersebut/A. Gareng-sahabatrakyat.com

REJANG LEBONG,sahabatrakyat.com– Pada 2019 wilayah Kabupaten Rejang Lebong ditargetkan sudah bebas dari jembatan gantung. Dengan begitu tidak akan ada lagi daerah yang masih menggunakan jembatan gantung sebagai fasilitas penyeberangan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Rejang Lebong saat ini tengah mengusulkan anggaran ke pemerintah pusat untuk digunakan membangun jembatan permanen di sejumlah wilayah yang masih memiliki jembatan gantung.
Salah satu wilayah yang baru-baru ini menyita perhatian adalah jembatan gantung di Desa Lubuk Ubar, Kecamatan Curup Selatan, yang putus hingga nyaris merenggut korban jiwa.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Rejang Lebong, Suhadi menjelaskan, selain akan membangun jembatan permanen untuk menggantikan jembatan gantung di sejumlah kecamatan, pada 2018 pihaknya juga akan melakukan pembukaan jalan baru dengan menggunakan dana pusat.
“Anggarannya itu sekitar Rp 20 miliar, kalau ini disetujui oleh pusat melalui Dana Alokasi Umum (DAU) 2018, maka semua rencana ini dapat kita laksanakan,” terang Suhadi.
Rencana pembangunan jembatan dan jalan menggunakan dana pusat tersebut, menurut Suhadi, rencananya untuk pembangunan jembatan rangka baja di atas Sungai Air Beliti, penghubung Desa Lubuk Alai dengan Dusun Palembang Kecik di Kecamatan Sindang Beliti Ulu (SBU) dengan panjang sekitar 60 meter dengan biayanya mencapai Rp 9,5 miliar.
Berikutnya, pembangunan jembatan balok T di atas Sungai Air Buyuk dengan bentang 15 meter;
Pembangunan jalan penghubung Desa Lubuk Belimbing I dan Lubuk Belimbing II Kecamatan Sindang Beliti Ulir (SBU) dengan anggaran sekitar Rp 1,2 miliar.
Pembangunan lantai atas jembatan rangka baja tipe B di atas Sungai Air Napal dengan bentang 45 meter; Perbaikan ruas jalan Desa Pengambang di Kecamatan SBU yang dananya diperkirakan sekitar Rp 750 juta.
Pembangunan jembatan balok T di atas Sungai Air Putih, dengan bentang 20 meter dan pembukaan jalan baru penghubung Desa Kesambe Baru dengan Air Meles Bawah di Kecamatan Curup Timur dengan anggaran Rp 2 miliar.
Pembangunan jembatan balok T di Desa Air Rusa dengan Desa Air Nau Kecamatan Sindang Dataran dengan bentang 12 meter yang biayanya sekitar Rp 1,2 miliar.
“Harapan kami semua usulan yang kami sampaikan ini dapat disetujui karena pembangunan jembatan dan jalan baru ini tidak mungkin hanya mengandalkan APBD Kabupaten saja yang anggarannya sangat terbatas,” kata Suhadi.
________________
Penulis: A. GARENG
Editor: JEAN FREIRE