
BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com– Peristiwa kebakaran terjadi di Dusun III Desa Tanjung Sari, Kecamatan Ulok Kupai, Kabupaten Bengkulu Utara, Senin (11/12/2017) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Api membakar rumah milik Ahmad Muhid (39 tahun), warga setempat.
Selain peristiwa kebakaran yang menghanguskan rumah, warga sekitar kian heboh lantaran korban Ahmad Muhid juga ditemukan sudah tak bernyawa. Ia diduga melakukan aksi bunuh diri dengan membakar diri bersama rumah naas itu.
Data terhimpun, sebelum kejadian Ahmad Muhid sempat memerintahkan istri dan anaknya keluar dari rumah. Selang sekitar 10 menit, Tajudin (40 tahun), kakak kandungnya, melihat rumah sudah terbakar. Tajudin langsung meminta tolong kepada warga lainnya untuk memadamkan api dan menghubungi kepala desa setempat.
Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi Warganegara, SH, S.IK melalui Kasat Reskrim AKP Jufri SIK mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP dan memintai keterangan saksi, termasuk dari pihak keluarga. “Korban melakukan bunuh diri. Sebelum membakar dirinya dalam rumah dia menyuruh anak istrinya keluar rumah, setelah anak istrinya keluar, korban kembali masuk kedalam rumah membakar dirinya dan membakar rumahnya,” terang Jufri.
Jufri menambahkan, peristiwa itu masih didalami. “Yang jelas informasi dari masyarakat bahwa korban kemungkinan depresi akhir-akhir ini mungkin tekanan masalah ekonomi. Dilihat dari kronologis sepertinya korban sudah menyiapkan minyak sebelumnya,” ujar dia.
Sementara terkait penyebab kebakaran, Jufri mengatakan belum mengetahui penyebabnya.
Sementara Kepala Desa Tanjung Sari, Elson Agus Fitriadi yang dikonfirmasi via seluler mengatakan, “Kita tidak bisa menyimpulakan seperti itu, yang jelas posisi dia tadi ada di dalam rumah, anak istrinya sudah keluar, dan warga fokus untuk memadamkan api karena tidak bisa lagi masuk ke dalam rumah, setelah api setengah padam baru nampak ada korban.”
Kata Elson, pasca-kejadian anak dan istri korban untuk sementara waktu tinggal di rumah kakak korban, yang tidak jauh dari rumah korban. Keluarga korban, kata dia, juga sudah bisa menerima, kalau ini musibah dan korban langsung dimakamkan di TPU desa setempat.
“Dinas sosial sudah kita konfirmasi kemungkinan secepatnya akan turun dan pak camat sudah kominikasi dengan bapak bupati. Intinya sekarang ini kami dari perangkat desa dan warga itulah yang bergerak cepat dahulu apa yang bisa kami perbuat kami perbuat,” pungkas Elson.
Penulis: MS Firman
Editor: Jean Freire





