MARSENO

BENGKULU UTARA, sahabatrakyat.com- Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di Kabupaten Bengkulu Utara sudah dilantik. Namun, kabar miring yang menyebut ada pihak-pihak tertentu yang ikut mempengaruhi hasil seleksi itu masih menjadi buah bibir.
Kabar miring itu menjurus ke Panwascam Giri Mulya. Bahkan nama ajudan bupati Bengkulu Utara dan oknum kepala sekolah dituding ‘bermain’. Sang ajudan disebut-sebut menitipkan orang, sementara sang kepsek dituding melakukan sabotase kepada calon peserta.
 
Soal berkembangnya kabar miring itu diakui oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang KIBAR Kabupaten Bengkulu Utara, Nudiarto. Kepada sahabatrakyat.com. Nudiarto menyatakan, dirinya juga mengetahui kabar itu dari ciutan salah seorang calon peserta di media sosial.
“Jadi hasil pengumuman rekrutmen Panwascam Kecamatan Giri Mulya diduga ada tindakan titipan oleh ajudan bupati serta tindakan sabotase oleh seorang oknum kepala sekolah di  Kecamatan Giri Mulya,” kata Nodiarto.
“Bila hal ini terbukti itu masuk dalam pelanggaran kode etik,” jelas Nodiarto.
Kata Nudiarto, terkait tindakan sabotase pihaknya akan mengambil langkah, yakni melalui proses hukum. “Sesuai cuitan salah satu peserta yang dilarang untuk ikut tes wawancara,” tutup Nodiarto.
Terpisah, ajudan bupati Marseno mengatakan, “Kalo saya no coment dan kita tidak pernah ikut campur tangan di situ. Kalau seleksi itu kan yang menentukan Tim Pansel, ya harusnya croschek-nya ke Tim Pansel, iya kan, yang memberi soalkan semua Tim Pansel karena kita tidak tahu menahu, mas,” tutur Marseno.
“Itu bukan ranah kita, urusan Panwas yang daftar itu memang mereka sendiri. Tidak ada dari kita untuk intervensi,” kata Marseno.
Disinggung terkait nama-nama yang lulus yang dikumpulkan sebelum pengumuman, Marseno juga menampik.  “Dikumpulkan itu tidak ada, kita tidak pernah mengumpulkan mereka sebelum diumumkan,” tegas Marseno
Sementara Komisioner Divisi Penindakan dan Pelanggaran Panwaslu Bengkulu Utara, Tugiran mengatakan, “Tidak sama sekali, saya malah tidak tahu siapa ajudan bupati sekarang ini,” kata dia.
“Apa yang disampaikan oleh orang itu tidak benar, terutama mengenai titipan itu, saya tidak tahu kalau dengan yang lain tetapi sejauh ini tidak satu pun orang yang mengintervensi saya,” tutup Tugiran.
Hal senada juga dikatakan Jumadi, seorang kepala sekolah di Kecamatan Giri Mulya. “Tidak ada kita menghimbau untuk tidak boleh ikut dalam Panwascam Kecamatan,” katanya singkat.


Penulis: MS FIRMAN
Editor: JEAN FREIRE